Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengajak kalangan pers atau media massa di daerahnya untuk bersama-sama menjaga keadaan yang sudah kondusif di provinsi tersebut.
"Keadaan yang sudah kondusif seperti selama ini, hendaknya tetap kita jaga bersama, minimal sampai akhir pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014, " ajaknya di Banjarmasin, Minggu dini hari.
Ajakan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut seiring dengan dinyatakannya tahun 2013 sebagai "tahun politik" dimana gesekan-gesekan mungkin terjadi, dan puncaknya pada 2014.
"Sebab tanpa keadaan yang kondusif, pesta demokrasi nasional 2014 bisa terganggu atau kurang nyaman," lanjutnya saat sahur bersama insan pers dan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.
Begitu pula kegiatan pembangunan mungkin tak berjalan lancar dan mencapai sukses, manakala keadaan tidak kondusif, lanjut Gubernur Kalsel dua periode itu, didampingi Kepala Biro Humas H Abdul Haris Makkie.
Ajakan gubernur yang juga pembina politik di provinsi tersebut cukup beralasan, karena menurut dia, pers atau media massa mempunyai peran penting dalam menciptakan keadaan yang kondusif di "banua" ini.
Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Fathurrahman mengingatkan, isan pers agar menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, serta memerhatikan etika dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
"Tanpa mengenyampingkan fungsi sosial kontrol, pers juga harus betul-betul memerhatian fungsi-fungsi lain, seperti sebagai media edukasi (pendidikan) dan informasi pembangunan," pintanya.
Pada kesempatan sahur bersama tersebut, baik Gubernur Kalsel maupun Ketua PWI di provinsi itu, berharap, kerja sama yang baik selama ini agar tetap terjaga dan bisa lebih ditingkatkan.
Dalam acara sahur bersama Gubernur Kalsel dengan insan pers tersebut, juga hadir anggota DPR-RI HM Aditya Mufti Ariffin asal daerah pemilihan provinsi itu, yang juga putra dari Rudy Ariffin.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.