Martapura, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 21 orang ditemukan menderita penyakit HIV/AIDS, kata Wakil Bupati setempat Haji Ahmad Fauzan Saleh saat acara sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di Kecamatan Astambul.
"Walaupun Kabupaten Banjar dengan ibukota Martapura berjuluk wilayah serambi Mekkah, tetapi tetap saja tertular penyakit Hiv/Aids yang tercatat 21 penderita penyakit tersebut," kata wakil Bupati seperti disebutkan dalam rilis dari Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Senin.
Menurut Fauzan Saleh bahwa data tahun 2012 terdapat 13 orang di wilayahnya dinyatakan pengidap HIV dan delapan orang lainnya menderita AIDS.
Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS tersebut yang diselanggarakan oleh Komisi Pemberantasan Aids (KPA) bagi para anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB) itu resmi dibuka Fauzan Saleh.
Dalam acara tersebut hadir Camat Astambul Gt Suryani, Kepala Madrasah Kasyful Anwar, perangkat desa, tokoh masyarakat, para dewan guru dan pelajar Al-Irsyad, serta mahasiswa yang tergabung dalam FKMKB.
Fauzan Saleh menambahkan Kabupaten Banjar terletak pada daerah yang sangat strategis, diapit oleh beberapa kabupaten/kota, dekat dengan bandara dan pelabuhan, sehingga apa-apa saja yang datang dari luar mudah sekali masuk dan menetap, termasuk hal-hal negatif.
"Meskipun Kabupaten Banjar terutama Martapura berjuluk Kota Serambi Mekkah, kita tetap perlu hati-hati dengan pengaruh budaya luar yang merusak akhlak, seperti pergaulan bebas yang menjadi ujung pangkal timbulnya HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan penyakit Aids (Acquired Immune Deficiency Syndrom)," katanya.
Ia menyebutkan bahwa pada bulan Ramadhan kali ini sangat pas bila dijadikan landasan pengendalian diri dengan mengisi hari-hari dengan beribadah, serta menggunakan waktu untuk menuntut ilmu agama.
"Semoga sosialisasi ini membawa manfaat dan seluruh pesertanya mampu menjadi perpanjangan tangan dari KPA dalam hal pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di daerah ini," demikian Fauzan Saleh.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.