Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Selatan menjadikan Ramadhan 1434 Hijriah sebagai bulan cinta, ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai politik (parpol) tingkat provinsi tersebut Ibnu Sina, di Banjarmasin, Selasa.
"Mengapa Ramadhan kami katakan sebagai bulan cinta? Karena semua kader PKS, terlebih bagi calon anggota legislatif (caleg) memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang silaturrahim, guna menarik kecintaan masyarakat," ucap mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.
"Semua kader, termasuk caleg dari PKS, kami anjurkan agar berbaur dengan masyarakat. Untuk itu pula, kami minta kader ataupun caleg dari PKS supaya melakukan i`tiqab semalam suntuk di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan," lanjutnya.
Kegiatan lain PKS di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel selama Ramadhan 1434 H, melakukan ta`mir, seperti berbuka puasa bersama masyarakat dan anak yatim, serta memberikan bingkisan berupa sembako kepada warga kurang mampu.
"Kemudian usai Ramadhan atau dalam suasana lebaran Idul Fitri 1434 H, momentum tersebut kami manfaatkan untuk meminta ma`af kepada semua lapisan masyarakat atas segala kelalaian PKS," ujar anggota DPRD Kalsel dua periode dari parpol tersebut.
"Apalagi PKS belakangan kena terpaan `badai yang cukup hebat` yang bisa membuat pencitraan sebagai partai dakwah terpuruk," lanjut alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang berkampus di Banjarbaru itu menjawab ANTARA Kalsel.
Mengenai persaiapan dan kesiapan PKS Kalsel menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dia menyatakan, hal tersebut pada prinsipnya tidak ada masalah, termasuk dalam penyediaan saksi pada tempat pemungutan suara (TPS) nanti.
"Kami sudah persiapkan saksi-saksi tersebut secara dini. Terlebih lagi tema kami dalam Pemilu 2014, `berbasis kemenangan di TPS` sehingga semua kader dimanapun berada pada prinsipnya juga sebagai saksi," demikian Ibnu Sina.
Perkembangan PKS di Kalsel sejak kelahiraannya bernama Partai Keadilan (PK) hingga Pemilu 2009, terus menunjukan kemajuan, baik dalam perolehan keanggotaan DPRD maupun Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) atau Pilkada.
 Sebagai contoh dari 55 orang keanggotaan DPRD Kalsel, hasil Pemilu 1999, PK atau PKS baru meraih satu anggota, kemudian Pemilu 2004 sebanyak enam dan Pemilu 2009 meningkat menjadi tujuh orang.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.