Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin sedang membangun gedung Pusat Informasi Sanitasi (PIS), yang berguna selain tempat laboratorium sanitasi, juga bermanfaat bagi peneliti dan studi banding. 


PIS yang dibiayai Bank Dunia adalah salah satu badan usaha dari PD PAL yang akan berguna bagi masyarakat luas, kata Direktur PD PAL, Haji Muhidin kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.

Gedung tersebut berlantai tiga terletak di kawasan Jalan HKSN Kecamatan Banjarmasin Utara, yang selain untuk pusat informasi juga dijadikan sebagai lokasi laboratorium sanitasi.

Bangunan seluas 16 x 25 meter berada di lahan sekitar 2 hektare tersebut, akan diisi berbagai fasilitas sebagai pusat informasi sekaligus fasilitas laboratorium yang keseluruhan senilai sektar Rp30 miliar.

"Kita berharap PIS yang satu-satunya di regional Kalimantan tersebut bisa menjadi lokasi penelitian, lokasi informasi dan studi banding pihak mana saja yang ingin mengetahui perihal kondisi lingkungan dan sanitasi," tuturnya.

Untuk memperkuat keberadaan PIS tersebut pihak PD PAL Banjarmasin telah mengirim dua tenaga ahli untuk belajar ke Malaysia, Korea Selatan dan Spanyol.

Selain belajar ke tiga negara tersebut, dua tenaga wanita bernama Dessy dan Aulia juga akan mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) selama setahun di Bekasi, tambah Muhidin.

"Kita berharap dengan adanya dua tenaga ahli sekaligus laboratorium sendiri tersebut akan memudahkan PDA PAL untuk mengukur berbagai tingkat pencemaran air limbah," katanya.

Sebab selama ini PDA PAL agak kesulitan lantaran untuk mengetahui tingkat pencemaran air harus memeriksakan sampel ke laboratorium milik pihak lain.

Selain itu pula, laboratorium itu bisa dimanfaatkan untuk menerima pesanan orang lain jika ada yang ingin memeriksakan sampel air limbah atau air lainnya.

  "Insya Allah, gedung PIS dan laboratoriumnya tersebut bisa berfungsi maksimal pada 2015 mendatang," demikian Muhidin.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026