Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Sejumlah lahan tanaman padi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, rusak akibat serangan walang sangit (Leptcorisa oratorius) dan hama tikus, dan walang sangit.

"Tanaman padi banyak yang rusak, karena bagian atas tanaman padi diserang walang sangit, sedangkan di bagian bawah diserang tikus," kata Solikha, salah seorang petani di Kelumpang Selatan, Kotabaru, Minggu.

Menurut Sholikhah, serangan hama tikus masih dianggap wajar, karena tidak seganas serangan pada tahun-tahun sebelumnya yang menyebabkan gagal panen.

"Mudah-mudahan kali ini hama tikus tidak menyebabkan gagal panen seperti tahun lalu," harapnya.

Selain itu, para petani berharap bantuan dari dinas pertanian setempat untuk mencarikan solusi mengatasi serangan walang sangit yang bisa mengakibatkan padi puso (gabuk).

Ia mengaku bahwa beberapa petani setempat juga telah melakukan beberapa kali penyemprotan guna melindungi tanaman mereka dari serangan walang sangit.

Sementara itu, seorang petani asal Lamongan, H Khamim mengaku telah melakukan pembasmian hama tikus dengan menggunakan obat klerat.

"Mudah-mudahan tikus tidak lagi menyerang padi kami yang sudah mulai brobot (berbunga)," ucap Khamaim.

Hal yang sama juga dirasakan petani di Bumi Asih, H Rochmad.

Petani asal Lamongan itu bahkan sudah membeli beberapa botol insektisida, pestisida, dan racun tikus, guna mengantispasi serangan hama tikus maupun walang sangit.

Para petani berharap Dinas Pertanian Kotabaru segera turun tangan untuk membantu petani di Kelumpang Selatan, agar tidak sampai gagal panen.

"Petugas dari pertanian setidaknya membantu petani memberikan solusi langkah terbaik dalam mengatasi serangan hama tikus maupun walang sangit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Khairudin hingga saat ini belum berhasil dikonfiormasi terkait harapan petani di Kelumpang Selatan itu. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026