Barabai, Kalsel, (Antaranews Kalsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kalimantan Selatan menggelar pemasangan alat kontrasepsi berupa implan secara massal bagi ibu-ibu di desa wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kepala Bidang Keluarga Berencana Noor Hafifah di Barabai, Rabu, mengatakan pemasangan alat kontrasepsi gratis bagi para ibu tersebut untuk mendorong warga kembali melaksanakan program keluarga berencana.
Upaya tersebut, sebagai salah satu program pemerintah untuk mencegah terjadinya ledakan penduduk secara nasional.
"Kami terus berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadapa program Keluarga Berencana (KB), antara lain dengan menggelar pelayanan KB massal," katanya.
Para peserta, selain mendapatkan pelayanan pemasangan kontrasepsi gratis juga mendapatkan souvenir dan uang transport, dengan harapan para peserta bisa merangsang masyarakat lainnya untuk ikut ber KB.
Menyukseskan kegiatan tersebut, BKKBN menyediakan tenaga medis dan fasilitas pelayanan pemasangan KB implan untuk perempuan dan KB MOP untuk pria.
"Saat ini kami menargetkan ada pemakaian KB implan untuk 120 wanita yang sudah berkluarga, dan 10 pria berkleuarga yang akan dilayani untuk melakukan KB MOP," katanya.
Salah seorang peserta pemasangan implan Siti Asnah, mengungkapkan bahwa pemasangan alat kontrasepsi ini merupakan yang ketiga kalinya, selama berumah tangga.
"Awalnya sih saya sangat takut karena tidak tahu seperti apa cara pemakaiannya, tapi sekarang sudah tidak lagi karena sudah sering memakai KB implan," katanya.
Sekretaris Daerah HST, H. IBG Dharma Putra yang berada di lokasi acara mengungkapkan bahwa pelayanan KB secara massal seperti ini merupakan event untuk mengingatkan masyarakat bahwa eksistensi BKKBN masih kuat dalam kehidupan masyarakat.
"Acara seperti ini tentunya dapat membuka wawasan masyarakat mengenai jenis KB seperti apa yang digunakan, juga mempermudah masyarakat untuk datang kelokasi pelayanan karena jaraknya yang dekat dengan lingkungan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Kantor perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan Sunarto mengkhawatirkan daerah kaya sumber daya alam ini mengalami ledakan penduduk bila pemerintah tidak mampu menurunkan persentase angka kelahiran dari 2,6 persen menjadi 2,1 persen per tahun.
Menurut Sunarto di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata anak yang dilahirkan di masa reproduksi di Kalsel berada dalam posisi tetap yakni 2,6 persen pertahun.
Angka tersebut masih jauh di atas target penurunan angka kelahiran yang sedang diupayakan oleh BKKBN dengan target penurunan 2,1 persen pertahun dari angka kelahiran.
"Jika selama kurun waktu 5 tahun saja kita belum bisa menurunkan prosentase ini, maka sisa waktu selama 2 tahun ke depan kita perlu kerja keras yang luar biasa untuk menurunkannya," katanya.
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan penduduk tersebut, kini BKKBN terus berupaya mengatasi berbagai hambatan yang terjadi untuk mempercepat penurunan angka kelahiran.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.