Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarmasin segera menerapkan sistem informasi manajemen sumber daya pemerintah daerah (Simasdap) yang merupakan sebuah teknologi baru manajemen sumber daya pemerintahan.
Simasdap dapat meningkatkan efisiensi, pengawasan, pengendalian dan pelayanan menuju pemerintah yang baik, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarmasin, Ir H Nurul Fajar Desira kepada wartawan di balaikota Banjarmasin, Jumat.
"Simasdap merupakan teknologi manajemen sumber daya pemerintahan yang saat ini sudah diterapkan di Bandung dan Surabaya, dan Banjarmasin sedang melakukan transfer teknologi baru itu," katanya.
Sistem ini didukung teknologi informasi dan komunikasi (TIK ) dengan perangkat lunak (Software).
Menurutnya, dengan sistem itu, setiap kegiatan pemerintahan mulai dari tingkat bawah hingga tertinggi bisa dipantau bersama.
"Kita saat ini menuju transfer teknologi ke sana dengan harapan ke depan tak menyulitkan, karena Pemkot Banjarmasin ini ibarat perusahaan adalah perusahaan besar dengan karyawan 8.000 pegawai ini tentu diperlukan pelayanan yang sangat baik," ungkap Fajar.
Tujuan utama dari penerapan Simasdap selain untuk memudahkan pimpinan di lingkungan pemerintah setempat dalam mengambil kebijakan anggaran dan memantau seluruh penyelenggaraan pemerintahan dalam bidang perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah serta untuk memudahkan penyusunan yang akurat.
Sementara pemanfaatan TIK yang merupakan sebuah kebutuhan bagi suatu organisasi dalam mendukung kegiatan � kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya pembangunan tertuang dalam rencana umum jangka menengah daerah tahun 2011 sampai dengan 2015.
Bahkan, katanya, jika diperlukan perbaikan atau koreksi terhadap kegiatan yang sedang dilakukan, maka pemkot tidak lagi harus repot melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara manual atau cara biasa. "Artinya tinggal membuka sebuah situs resmi, maka informasi baik pembangunan dan lain sebagainya sudah bisa langsung diketahui," tambahnya lagi.
Sistem ini akan meminimalisir kekeliruan dan keluhan dari masyarakat, katanya seraya menyebutkan untuk menerapkan sistem itu pemkot menyiapkan anggaran Rp500 juta pembelian perangkat dan pertengahan 2014 ini sudah bisa diterapkan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.