Oleh Gunawan Wibisono

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Utara menangkap dua orang pelaku penjambretan di kawasan Jalan Hasan Basri Kayu Tangi, yang sebelumnya sempat dihakimi massa.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Utara, Iptu Ismet Wahyudi S sos di Banjarmasin, Kamis mengatakan, kedua pelaku itu tertangkap dengan barang bukti sebuah tas gantung hasil kejahatan mereka.

Kedua pelaku yang tertangkap itu diketahui bernama Reza Pirdana alias Reza (24) warga jalan Sulawesi Gang Maluku Banjarmasin Tengah bersama temannya Muhammad Heri alias Hengkeng (19) warga jalan Belitung Darat Gang Amal Utama Banjarmasin.

Terus dikatakan, kedua remaja pengangguran itu ditangkap pada Rabu (29/5) sekitar pukul 21.30 wita di jalan Hasan Basri Kayu Tangi tepatnya didepan kantor Bank BRI yang ada di kawasan tersebut.

Dijelaskan pelaku tersebut sebelum ditangkap polisi, sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga babak belur karena korban sempat berteriak saat dijambret oleh kedua pelaku itu.

"Saat ini kedua pelaku penjambretan tas seorang wanita pendatang asal Denpasar itu sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik atas perbuatan mereka," terangnya.

Bukan itu saja, hasil pemeriksaan sementaranya keduanya harus mendekam di sel tahanan Polsekta Banjarmasin Utara karena perbuatannya masuk dalam aksi kriminalitas.

Kembali dijelaskan juga pasal yang menjerat kedua pelaku itu pasal 365 Kitab Undang -Undang Hukum Pidana (KUHP) tentan Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman tujuh tahun.

"Berdasarkan perintah pimpinan, setiap kriminalitas jalanan harus ditindak tegas baik dilapangan ataupun dalam penyidikan, karena aksi mereka sudah meresahkan masyarakat kota seribu sungai ini," tuturnya kepada Antara.

Sementara itu Reza Laduk mengatakan, mereka berdua melakukan aksi jambret itu karena tidak memilik pekerjaan dan aksi yang dilakukan itu hasil kesepakatan bersama.

"Kita sama-sama pengangguran dan saat itu kita berdua tidak memilik uang untuk kebutuhan sehari-hari untuk makan, pas ada kesempatan muncul dipikiran kita untuk melakukan penjambretan itu," jelasnya sambil menahan rasa sakit akibat pukulan massa.



Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026