Banjar (Antaranews Kalsel) - Ditengah kondisi ekonomi sektor perkebunan dan pertambangan yang tidak stabil sejak 2012, PT Intraco Penta malah menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 25 persen.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Intraco Penta (Inta), Petrus Halim disela peresmian kantor baru yang dihadiri Gubernur Kalsel H. Rudy Ariffin di kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Gambut Kabupaten Banjar.

"Dengan konsisten menerapkan strategi penyedia solusi total (Total Solution Provider) sejak lima tahun lalu, maka kami bisa memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui beragam anak usaha INTA Group dibidang pembiayaan, sewa alat berat, manufaktur, kontraktor tambang dan pertambangan," lanjutnya.

Kehadiran PT INTA di Kalsel sejak 1981, menurut Gubernur Kalsel Rudy Ariffin memberikan sinergitas pertumbuhan ekonomi.

"Apalagi saat ini Kalsel menjadi bagian koridor Kalimantan dalam MP3EI yang diprogramkan pemerintah pusat, dimana Kalsel berperan sebagai lumbung energi dan lumbung pangan nasional," tambah Rudy.

PT INTA yang berdiri sejak 1970 mengusung strategi memberikan "Total Solution Provider" kepada para pelanggang mulai dari solusi penjualan dan layanan alat berat, solusi dibidang pembiayaan, sewa, kontraktor serta solusi engineering hingga rencana solusi dibidang pertambangan melalui beberapa anak perusahaan.

Sementara sasaran pasar yang berhasil diraih PT INTA di Indonesia berkisar 50-55 persen.

Pembangunan kantor baru yang menelan biaya investasi sebesar hampir Rp200 miliar tersebut tidak hanya sebagai sarana penjualan tetapi juga jaminan ketersediaan suku cadang dan perawatan purnajual bagi konsumen.(A)



Pewarta: Herry Murdy Hermawan
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026