Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin terus melakukan pengejaran terhadap otak pelaku perampokan di sebuah rumah di kawasan Jalan Sultan Adam Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Senin mengatakan, tiga dari lima pelaku perampokan itu sudah tertangkap.
Saat ini polisi terus melakukan pengejaran terhadap kawanan perampok lainnya, yang dimungkinkan mereka sudah lari ke luar Kota Banjarmasin, untuk menghindari kejaran polisi.
Sedangkan untuk otak pelaku perampokan disalah satu rumah di kawasan Jalan Sultan Adam beberapa waktu lalu, keberadaannya sudah diketahui namun pelaku terkesan berpindah-pindah tempat.
Namun, polisi terus berupaya untuk melakukan penangkapan dari dua orang pelaku yang belum tertangkap itu, diketahui dua pelaku yang belum diringkus itu bernama Milo dan Andan.
"Kita perintahkan kepada mereka berdua agar segeranya menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat, sebelum kedapatan polisi yang melakukan pengejaran, apabila sampai kita dapati maka jangan salahkan kita kalau terpaksa kita tindak tegas di lapangan," ucap perwira muda itu dengan nada serius.
Saat ini tiga pelaku perampokan yang sudah diringkus itu diantaranya bernama Bayu, Yulian dan MR salah satu siswa sekolah menengah atas yang ikut membantu aksi perampokan tersebut hingga korban mengalami luka bacokan.
Dikatakan, untuk Bayu dan Yulian terpaksa harus dilumpuhkan dengan tembakan dikedua kakinya karena saat dilakukan penangkapan mereka berdua melawan dan ingin melarikan diri dari sergapan polisi.
Sedang MR sendiri dengan sadar orang tuanya menyerahkan anaknya yang terlibat aksi perampokan tersebut setelah mendengar cerita polisi yang datang kerumah pelaku yang diam bersama orang tuannya.
"Semoga kedua pelaku lainnya yang belum ditangkap itu bisa secepatnya menyerahkan diri sebelum tertangkap langsung polisi dan bernasib sama seperti kedua temannya yang sudah tertangkap lebih dulu," ucap pria lulusan Akpol angkatan 2000 itu.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.