Syair-syair maulid yang memuji Rasulullah Muhammad SAW kembali bergema di seantrero Kalimantan Selatan seiring dengan tibanya bulan Rabi'ul awal 1432 Hijriah, demikian dilaporkan, Minggu.

Peringatan maulid Rasulullah SAW sudah menjadi tradisi sejak lama bagi kaum muslim Banjar Kalsel dengan mengumandangkan syair-syair berupa pujian terhadap nabi akhir zaman dan penghulu para nabi-nabi Allah SWT tersebut.

Seperti di daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalsel yang meliputi enam kabupaten, pelaksanaan peringatan maulid Muhammad SAW bukan cuma di masjid, langgar (surau) serta sekolah/madrasah dan kantor tapi juga di rumah-rumah penduduk.

Perayaan peringatan maulid di rumah-rumah penduduk secara serempak pula mengumandangkan syair-syair yang memuji pembawa agama Islam tersebut, sehingga gemanya membahana seakan mengusik kesunyian alam pedesaan.

Sedangkan syair-syair maulid Nabi Muhammad SAW itu cukup beragam antara lain Asyrafal Anam, Ad Diba'ie serta maulid Habsyie yang belakangan populer dan sering dilombakan.

Begitu pula kaum muslim Banjar yang tinggal di perkotaan tidak mau ketinggalam melaksanakan peringatan maulid seperti di masjid dan musalla dengan bergotong royong untuk berbagai keperluan.

Namun nuansa peringatan maulid di perkotaan selain mengumandangkan syair-syair maulid juga disertai cemarah agama berkenaan seluk-beluk kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, tiap bulan Rabi'ul Awal untuk perkotaan pada umumnya penceramah padat dengan jadwal ceramah guna mengisi kegiatan peringatan maulid.

Begitu pula guna memeriahkan dan menyemarakan peringatan maulid, grup-grup maulid Habsyie jadi laku serta tidak bisa memenuhi permintaan dadakan.(Shn/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026