Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjarmasin, Kombes pol Suharyono SH Sik, mengatakan semua bentuk pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) akan di tindak tegas.
Pelangsiran (membeli untuk dijual lagi) jenis BBM apapun, mau itu bensni ataupun solar apabila kedapatan melakukan penyalahgunaan maka langsung diamankan dan di proses sesuai aturan hukum yang berlaku,katanya di Banjarmasin, Rabu.
Polisi yang berpakaian seragam saat ini sudah ditempatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) yang ada di kawasan Kota Banjarmasin.
Itu dilakukan agar para pelaku pelangsiran BBM jenis solar maupun bensin bisa berpikir dua kali untuk tidak melakukan pelangsiran karena akan langsung dilakukan penangkapan apabila terbukti maka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Selain menempatkan polisi berseragam di SPBU-SPBU di Kota Banjarmasin, Polresta Banjarmasin juga menyebarkan polisi yang tidak berpakaian seragam, agar para pelangsiran tidak mengetahui keberadaan polisi tersebut.
"Polisi yang tidak berseragam itu adalah anggota operasional dilapangan dan mereka akan melakukan penangkapan terhadap para pelangsir yang tertangkap tangan melakukan penyalahgunaan BBM," ucapnya.
Bukan itu saja, selain pelaku pelangsiran, pihak SPBU yang kedapatan bekerja sama dengan pelangsir maka SPBU tersebut langsung dipasang garis polisi.
"Ini semua kita lakukan karena di wilayah Kota Banjarmasin, sudah ada terlihat kelangkaan BBM dan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM di SPBU harus antri berjam-jam," terangnya kepada ANTARA.
Untuk itu guna mengantisipasi kelangkaan BBM maka pihak kepolisian turut serta melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap para pelangsir yang ingin mendapatka keuntungan dari kelangkaan BBM saat ini.
"Kita mengimbau kepada masyarakat jangan pernah melakukan pelangsiran ataupun penimbunan BBM apabil didapati petugas dilapangan maka akan langsung kita tindak tegas," tegas orang nomor satu di jajaran kepolisian Banjarmasin.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.