Banjarmasin, 20/3 (Antara) - Pemadaman listrik wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama beberapa jam di sebagian daerah kedua wilayah tersebut akibat kerusakan transmisi milik perusahaan listrik negara.
Kerusakan tersebut, menurut Cahyono diakibatkan dugaan gangguan transmisi sebesar 150 KV di sekitar wilayah Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut hingga Mantuil Banjarmasin.
"Akibat gangguan tersebut terpaksa PLTU Asam-Asam unit satu dan dua, setop beroperasi, sehingga kita kehilangan daya sekitar 120 megawatt," katanya.
Kondisi tersebut, membuat sebagian besar wilayah Kalsel dan Kalteng terjadi pemadaman bergilir.
Beruntung, PLTU Asam-Asam unit III masih beroperasi secara normal, sehingga dampak pemadaman tidak terlalu luas, terutama pada saat beban puncak.
Biasanya, bila terjadi kerusakan pada jaringan, akan membuat pembangkit listrik PLTU Asam-Asam Unit satu dan dua juga mengalami gangguan sehingga perlu waktu agak lama untuk melakukan perbaikan.
Begitu mesin PLTU Asam-Asam terjadi gangguan, perlu waktu lama untuk kembali menghidupkan mesin secara normal.
Cuaca di Kalimantan Selatan yang sering terjadi hujan deras disertai angin kencang, sering membuat jaringan listrik milik PLN mengalami gangguan.
Beruntung, saat ini PLTU unit III sudah bisa masuk sistem, sehingga pemadaman yang terjadi tidak terlalu lama sebagaimana pemadaman sebelumnya.
Sebelum unit III masuk sistem, ketersediaan listrik di Kalselteng hanya 330 megawatt, atau pas-pasan untuk kebutuhan masyarakat atau rumah tangga, sedangkan bila ditambah dengan industri memerlukan daya hingga 350 megawatt.
Dengan kondisi tersebut, bila terjadi gangguan secara otomatis akan terjadi kekurangan daya.
 Setelah unit III masuk jaringan, kini mampu menambah kekurangan daya sebesar 65 megawatt.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.