Oleh Imam Hanafi

Kotabaru,  (Antaranews Kalsel) - Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengancam akan mencoret dari daftar perusahaan penyedia jasa instalasi listrik (Instalatir) yang nakal.

"Saya sudah mencoret beberapa instalatir yang nakal, karena melakukan kegiatan diluar aturan," kata General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru Basuki Rahman di Kotabaru, Jumat.

Perusahaan instalatir yang dicoret tersebut, lanjut Basuki, tidak akan dapat bekerja hingga dua tahun.

Basuki meminta semua perusahaan penyedia jasa di wilayah kerjanya, di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu untuk tidak melakukan perbuatan tidak terpuji kepada pelanggan demi keuntungan pribadi.

Ia juga meminta masyarakat atau pelanggan untuk tidak bekerjasama dengan petugas PLN atau instalatir melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan negara.

"Saya tidak ada ampun, pasti saya tindak tegas," ancamnya.

General Manajer PT PLN Kotabaru mengaku kini sedang bersih-bersih di internal lembaga dan diluar lembaga eksternal.

Tujuannya agar pelayanan PLN benar-benar dapat dirasakan masyarakat, dan program-program sesuai dengan sasarannya serta negara tidak dirugikan.

Agar dapat memberikan pelayanan prima kepada publik, diperlukan komitmen dan integritas tinggi oleh semua pihak, petugas perusahaan penyedia jasa instalasi dan masyarakat.

Sebelumnya, Basuki menawarkan pola kerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

PLN mengundang perusahaan perkebunan kelapa sawit, khususnya pabrik kelapa sawit (PKS) atau Curd Palm Oil yang kelebihan produksi daya.

"Kami siap membeli daya dari PKS yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di sekitar perusahaan atau yang belum mendapatkan aliran lsitrik," jelasnya.

Basuki menambahkan, dengan kondisi saat ini, pola kerja sama dengan perusahaan PKS atau perusahaan lainnya yang memproduksi daya sangatlah diperlukan.

Karena masih banyak masyarakat, terutama yang ada di daerah-daerah, hingga saat ini belum bisa menikmati layanan listrik dari PT PLN.

"Kasihan mereka, merdeka sudah 68 tahun listrik belum juga bisa dinikmati," ujarnya.

Listrik dengan harga subsidi merupakan hak semua masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, baik yang tinggal diperkotaan maupun di pedesaan.

Namun dengan belum masuknya listrik ke sejumlah desa, berarti mereka hingga saat ini belum menikmati subsidi listrik.

Agar subsidi listrik bisa dinikmati oleh semua masyarakat, khususnya yang ada di Kotabaru, PLN perlu menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kotabaru.

Saat ini, ujar Basuki, PLN sudah menjalin kerjsa sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Alam Raya Kencana Mas, perusahaan pengolahan bijih besi PT Meratus Jaya Iron Steel Engineering Vacancies Batulicin, serta perusahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026