Daerah kita sebagai pusat tenaga listrik di Kalselteng, namun kenyataannya Tanah Laut masih terjadi pemadaman terus menerus,
Pelaihari, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Riyadi mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Tanah Laut masih krisis listrik, padahal pusat tenaga listrik untuk wilayah Kalselteng berada di daerah tersebut.


"Daerah kita sebagai pusat tenaga listrik di Kalselteng, namun kenyataannya Tanah Laut masih terjadi pemadaman terus menerus," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Tanah Laut Riyadi, di Pelaihari, Senin.

Menurut dia, krisis listrik di Tanah Laut sudah terjadi berbulan-bulan, namun tidak ada kepastian kapan akan berakhir bagi masyarakat di daerah tersebut.

Bahkan, jelas dia, pemadaman listrik terus menerus membuat masyarakat Tanah Laut sudah terbiasa dengan hal itu, karena tidak ada solusi didapat dari PT PLN Wilayah Kalselteng.

Dijelaskannya, kebutuhan listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat, bahkan kegiatan ekonomi kerakyatan dan usaha mikro kecil sangat memerlukan daya listrik untuk kegiatan usahanya.

Dia berharap, melalui anggota DPR-RI asal Kalsel, pihaknya berharap masalah itu disampaikan ke pemerintah pusat dan PT PLN, agar ada solusi krisis listrik di Tanah Laut.
 
Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan adanya solusi dari pemerintah pusat dan PT PLN, maka listrik di Tanah Laut tidak lagi terjadi krisis listrik karena dampaknya sangat dirasakan.

Ditambahkan Sekdakab Tanah Laut Abdullah, masalah lsitrik di Tanah Laut perlu perhatian pemerintah pusat dan PT PLN, karena pemadaman sering terjadi, padahal Tanah Laut merupakan tempat pembangkit listrik bagi Kalselteng.

Terpisah, anggota DPR-RI asal Kalsel Sjachrani Mataya mengatakan, permasalah maupun keluhan masyarakat terhadap listrik di Tanah laut tersebut segera disampaikan ke pemerintah pusat dan PT PLN.

"Masukan masalah listrik di Tanah Laut merupakan hal yang perlu ditindaklanjuti, dan kita upayakan menyampaikan kepada pemerintah pusat dan PT PLN," demikian tegasnya.

Pewarta: Sukarli
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026