Banjarmasin, (Antaranews Kalsel ) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Rabu, meminta Pertamina menertibkan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di provinsinya, dan menindak manakala yang nakal.
Permintaan tersebut berkaitan dengan antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, kembali terjadi pada sejumlah SPBU di Kalsel belakangan ini.
Antrean panjang kendaraan bermotor itu, antara lain karena maraknya pelangsir BBM, baik berupa jenis solar maupun premium, serta dugaan permainan pihak SPBU.
Dugaan permainan tersebut, menurut pesiunan perwira menengah TNI-AD berpangkat terakhir kolonel infantri itu, sebagaimana pesan singkat (SMS) melalui telepon genggam (HP) dari masyarakat Kalsel.
"Saya baru terima SMS, terjadi pengisian BBM di SPBU Jalan A Yani Km14 Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, yang diduga ada permainan," ungkap politisi senior Partai Golkar tersebut.
"Dimana berdasarkan SMS tersebut, sebuah mobil mini bus jenis Colt L300 mengisi solar di SPBU Gambut itu, mencapai ratusan liter, lewat jendela (diluar kewajaran)," lanjutnya.
Ia menyatakan, SMS dari warga masyarakat itu selain diteruskan kepada Kapolda Kalsel, juga General Manager Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, disertai harapan penindakan terhadap SPBU yang diduga melakukan permainan BBM.
"Sebab, tanpa penindakan, kemungkinan terjadi penyimpangan peruntukan tak bisa dihindari, sehingga berapapun jatah yang diberikan, tak akan mencukupi kebutuhan masyarakat umum," tandasnya.
Selain itu, masyarakat yang semestinya menikmati BBM bersubsidi itu, menjadi menderita, dan hanya segelintir urang yang memetik keuntungan, lanjut mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan tersebut.
Dalam percakapan dengan wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel, dia mengapresiasi, langkah-langkah Kapolda setempat terkait masalah BBM) yang terjadi di provinsinya.
"Kapolda Kalsel akan menindak anak buahnya, manakala ada yang terlibat atau ikut bermain dalam masalah BBM, seperti membiarkan terjadinya pelangsiran pada SPBU," demikian Nasib Alamsyah.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.