Oleh Syamsuddin Hasan
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pengamat pertahanan keamanan yang juga Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah berpendapat, Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 47 tahun silam, pada hakekatnya menyelamatkan negara dan bangsa Indonesia dari cengkraman paham komunis.
"Namun banyak orang hampir lupa dengan peristiwa bersejarah tersebut, dan kurang memahami makna hakiki dari Supersemar tersebut," ujar pensiunan perwira memengah TNI-AD berpangkat terakhir kolonel infantri itu, di sela-sela rapat paripurna internal DPRD Kalsel, Senin.
Surat tersebut berisi perintah Presiden Soekarno yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.
Dimana ketika Supersemar dikeluarkan pada 47 tahun lalu itu, situasi dankondisi negara dan bangsa tidak stabil, dengan adanaya Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G. 30 S/PKI).
Oleh karenanya, mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu, yang juga termasuk pelaku sejarah tidak sependapat dengan tuduhan atau anggapan peristiwa G. 30 S/PKI sebuah pemutar balikan fakta sejarah.
"Memang banyak urang yang melupakan sejarah, dan saya tidak sependapat terhadap tuduhan atau anggapan G. 30 S/PKI itu sebuah pemutar balikan fakta sejarah," tandasnya menjawab ANTARA Kalimantan Selatan.
"Sudahlah, kita tak bicara masa lalu. Tapi bagaimana usaha kita bersama agar stabilitas nasional tetap terjaga, tak ada konflik. Karena daerah-daerah konflik bisa menjadi ladang bagi komunis atau PKI dengan gaya barunya," demikian Nasib.
Pada kesempatan terpisah, Abdul Latief Hanafiah, anggota DPRD Kalsel dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak, masyarakat agar tetap mewaspadai bahaya laten komunis.
"Karena bagaimanapun paham komunis (komunisme) yang berpahamkan athis (tidak mengakui adanya tuhan) tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," tandas eksponen Angkatan 66 yang juga mantan aktivis Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
