Sejumlah investor tertarik menggarap potensi gas alam atau "Coal Bed Methane" di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki potensi sekitar 20 persen dari potensi gas alam Kalimantan Selatan atau sekitar 101 triliun kubik feet gas.


Kepala Seksi Geologi Lingkungan dan Air Bawah Tanah Dinas Pertambangan Kabupaten Tanah Laut Abdul Haris Fahmi di Banjarmasin, Rabu pada uji publik Raperda Reklamasi Pascatambang Batubara mengatakan Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam cukup tinggi.

Seperti CBM, tambah dia, potensinya sangat besar terutama berada di daerah sepanjang pesisir Kecamatan Jorong, yang kini sedang dalam proses eksplorasi oleh beberapa perusahaan yang akan menanamkan investasi di bidang tersebut.

"Kini beberapa perusahaan sedang melakukan eksplorasi untuk memastikan potensi dan kandungan CBM tersebut," katanya.

Menurut Mahasiswa Program Doktor Bidang Lingkungan dan Pertambangan tersebut, pertambangan gas merupakan salah satu potensi cukup bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena sektor ini tidak merusak lingkungan.

"Kalau CBM jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pertambangan batubara dan lainnya, dengan demikian diharapkan sektor ini akan jauh lebih membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya.

Sedangkan untuk potensi batubara, kata dia, masih cukup besar bila dikelola dengan benar, potensinya bisa mencapai 40 hingga 50 tahun mendatang.

CBM adalah suatu bentuk gas alam yang berasal dari batubara (coal), salah satu sumber energi yang penting di beberapa negara.

Keberadaan gas ini diketahui dari pertambangan batu bara di bawah permukaan di mana gasnya tersimpan di dalam batuan melalui proses adsorbsi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan Kalimantan Selatan Haryozani berharap perusahaan pengeboran gas CBM di daerah ini segera meningkatkan status pengeboran dari eksplorasi menjadi eksploitasi.

"Sampai saat ini perusahaan gas yang memenangkan tender pengelolaan CBM baik di Tanah Laut maupun di Kotabaru baru proses pengambilan sampel saja, saya harapkan 2013 ini sudah ada kemajuan," kata Haryo.

Menurut dia, potensi CBM di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut maupun di Kotabaru cukup besar, namun perlu pengambilan sampel atau eksplorasi untuk memastikan kualitas dan jumlah kandungan CBM tersebut.

Menurut dia, perusahaan gas CBM baik yang di Kabupaten Batola maupun Kotabaru, masih berusaha untuk menentukan titik pengeboran sehingga bisa diketahui apakah bisa dilakukan eksploitasi atau tidak.

Rencana pengeboran gas methana tersebut bakal dilakukan oleh tiga perusahaan gas yang berada di bawah PT Sugico Grup, yakni PT Indo Barambai Gas Methane, PT Barito Basin Ga, dan PT Tri Sakti Gas Methane.

Sementara itu beberapa media massa nasional menyebutkan, CBM Asia mempertimbangkan cekungan Barito Kalimantan Selatan sebagai salah satu cekungan terbaik di dunia yang belum dikembangkan.

  Cekungan Barito menyimpan cadangan sekitar 100 triliun kaki kubik gas alam di luar 453 triliun kaki kubik cadangan gas alam di seluruh Indonesia./D.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026