Administrator Pelabuhan Trisakti Banjarmasin memperketat pengawasan terhadap masuknya berbagai ternak terutama unggas ke wilayah Kalimantan Selatan melalui jalur transportasi laut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut Administrator Pelabuhan (Adpel) Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan Urip Suratno di Banjarmasin, Minggu mengatakan, sejak dua minggu terakhir, pihaknya telah mendirikan posko pengawasan hewan ternak yang masuk ke berbagai daerah melewati Pelabuhan Trisakti.
"Selain mendirikan posko, juga telah ditambah tim pengawasan ternak dan tumbuhan dari balai Karantina, yang selalu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tumbuhan dan ternak yang masuk," katanya.
Bahkan kata dia, tim dari seluruh bagian, termasuk dokter hewan, juga langsung turun tangan melakukan pemeriksaan begitu ada kapal yang masuk.
Penjagaan tersebut, kata dia, dilakukan berdasarkan instruksi Pemprov Kalsel untuk mengantisipasi merebaknya berbagai kasus penyakit termasuk flu burung, mulai dari pintu masuk.
"Kita akan memperketat penjagaan dan pengawasan tersebut hingga berbagai kasus terkait hewan ternak yang terjadi di beberapa daerah bisa diselesaikan," katanya.
Menurut Urip, pada dasarnya pengawasan tersebut merupakan pengawasan rutin yang selalu dilakukan Balai Karantina setiap kali ada kapal masuk, namun karena adanya kasus flu burung di beberapa provinsi lain, pengawasan diperketat dengan membentuk tim bersama.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, meminta kepada seluruh pihak terkait terutama Dinas Peternakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap kemungkinan masuknya flu burung di Kalsel.
Sebagaimana diketahui, Kalsel merupakan salah satu daerah pintu masuk perekonomian bagi wilayah Kalimantan Selatan, Tengah maupun Timur.
Selain itu, Kalsel juga merupakan provinsi penghasil ternak terutama ternak itik yang cukup potensi, sehingga langkah-langkah pencegahan harus terus dilakukan oleh seluruh pihak terkait, termasuk peternak dan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam meminta kepada seluruh peternak untuk mewaspadai penyebaran virus avian influenza (AI) tersebut dengan melakukan langkah-langkah sanitasi kandang (biosecurity) dan vaksinasi.
Menurut dia, wilayah Kalsel termasuk daerah yang rentan terserang virus AI maupun kematian unggas akibat penyakit tetelo, seperti beberapa tahun silam. C
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut Administrator Pelabuhan (Adpel) Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan Urip Suratno di Banjarmasin, Minggu mengatakan, sejak dua minggu terakhir, pihaknya telah mendirikan posko pengawasan hewan ternak yang masuk ke berbagai daerah melewati Pelabuhan Trisakti.
"Selain mendirikan posko, juga telah ditambah tim pengawasan ternak dan tumbuhan dari balai Karantina, yang selalu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tumbuhan dan ternak yang masuk," katanya.
Bahkan kata dia, tim dari seluruh bagian, termasuk dokter hewan, juga langsung turun tangan melakukan pemeriksaan begitu ada kapal yang masuk.
Penjagaan tersebut, kata dia, dilakukan berdasarkan instruksi Pemprov Kalsel untuk mengantisipasi merebaknya berbagai kasus penyakit termasuk flu burung, mulai dari pintu masuk.
"Kita akan memperketat penjagaan dan pengawasan tersebut hingga berbagai kasus terkait hewan ternak yang terjadi di beberapa daerah bisa diselesaikan," katanya.
Menurut Urip, pada dasarnya pengawasan tersebut merupakan pengawasan rutin yang selalu dilakukan Balai Karantina setiap kali ada kapal masuk, namun karena adanya kasus flu burung di beberapa provinsi lain, pengawasan diperketat dengan membentuk tim bersama.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, meminta kepada seluruh pihak terkait terutama Dinas Peternakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap kemungkinan masuknya flu burung di Kalsel.
Sebagaimana diketahui, Kalsel merupakan salah satu daerah pintu masuk perekonomian bagi wilayah Kalimantan Selatan, Tengah maupun Timur.
Selain itu, Kalsel juga merupakan provinsi penghasil ternak terutama ternak itik yang cukup potensi, sehingga langkah-langkah pencegahan harus terus dilakukan oleh seluruh pihak terkait, termasuk peternak dan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam meminta kepada seluruh peternak untuk mewaspadai penyebaran virus avian influenza (AI) tersebut dengan melakukan langkah-langkah sanitasi kandang (biosecurity) dan vaksinasi.
Menurut dia, wilayah Kalsel termasuk daerah yang rentan terserang virus AI maupun kematian unggas akibat penyakit tetelo, seperti beberapa tahun silam. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012