Kenaikan tarif air bersih di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, kini tinggal menunggu persetujuan bupati, ujar Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Barabai, Khudriadi.
“Informasi dari Badan Pengawas seperti itu. Tinggal menunggu persetujuan bupati dan diharapkan dalam waktu dekat ini,†ujarnya di Barabai, ibu kota HST, Selasa.
Saat ini, diakui tarif air bersih yang diberlakukan PDAM Barabai yang terendah se-Kalsel dan masih mengacu pada standar tarif 2002.
Sejak 2008 PDAM Barabai berencana menaikkan tarif air bersih sebesar 70 persen mengacu pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2007.
“Kemudian dari hasil audit BPKP tahun 2008 ternyata kita mengalami kerugian mencapai Rp2,2 miliar sehingga rencananya tarif akan dinaikkan 100 persen,†katanya.
Namun terhitung 2008 hingga awal 2011 rencana kenaikan tarif air bersih dari Rp900 menjadi Rp1.900/m3 itu tidak juga terealisasi.
DPRD HST melalui Panitia Khusus yang dibentuk 2009 tidak memberikan rekomendasi rencana kenaikan tersebut begitu pula dengan bupati HST terdahulu.(Adi/A)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011
“Informasi dari Badan Pengawas seperti itu. Tinggal menunggu persetujuan bupati dan diharapkan dalam waktu dekat ini,†ujarnya di Barabai, ibu kota HST, Selasa.
Saat ini, diakui tarif air bersih yang diberlakukan PDAM Barabai yang terendah se-Kalsel dan masih mengacu pada standar tarif 2002.
Sejak 2008 PDAM Barabai berencana menaikkan tarif air bersih sebesar 70 persen mengacu pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2007.
“Kemudian dari hasil audit BPKP tahun 2008 ternyata kita mengalami kerugian mencapai Rp2,2 miliar sehingga rencananya tarif akan dinaikkan 100 persen,†katanya.
Namun terhitung 2008 hingga awal 2011 rencana kenaikan tarif air bersih dari Rp900 menjadi Rp1.900/m3 itu tidak juga terealisasi.
DPRD HST melalui Panitia Khusus yang dibentuk 2009 tidak memberikan rekomendasi rencana kenaikan tersebut begitu pula dengan bupati HST terdahulu.(Adi/A)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011