Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menempati posisi pertama pengidap penyakit Hipertensi atau darah tinggi se-Kalsel.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan HST drg Kusudiarto saat acara pertemuan evaluasi tim pembina UKS se-Kabupaten HST Tahun 2019 di Aula Dinas Kesehatan Barabai, selasa (19/3).

"Penyakit Hipertinsi memang tergolong penyakit tidak menular, namun kami menghimbau kepada seluruh masyarakat HST untuk lebih waspada lagi mengingat Hipertinsi termasuk penyakit yang bisa mengakibatkan strok bahkan kematian," ujarnya.

Dikatakannya, pembinaan UKS termasuk mengimplementasikan SKB Empat Menteri yaitu Mendegri, Menkes, Mendiknas dan Kemenag oleh karena itu diharapkan dukungan semua pihak untuk senantiasa mengkampanyekan pola hidup sehat dan pencegahan terhadap penyakit.

"Kami berharap, setiap sekolah selalu berinovasi dalam rangka menuju sekolah sehat dan berkualitas termasuk di dalamnya pengisian buku raport kesehatan, lingkungan sanitasi yang berkualitas serta kantin sekolah yang bersertifikat layak sehingga terhindar dari makanan yang membahayakan seperti borak, cat warna dan bahan sejenis," katanya.

Sementara Bupati HST H A Chairansyah mengharapkan kepada seluruh pembina UKS agar lebih intensif lagi melakukan inovasi, kreativitas dan sinergitas dalam mengelola sekolah termasuk di dalam pengelolaan UKS.

Ditambahkannya, bagi sekolah yang belum mempunyai prestasi di bidang UKS hendaknya melakukan studi banding ke sekolah yang sudah mendapatkan prestasi.

Adapun sekolah yang mewakili lomba UKS tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019 adalah TK Al Khair, SD Al Khair, MTsN 2 dan MAN 1 Barabai.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019