Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalsel menyatakan kewalahan melakukan pembersihan sampah di sungai Martapura, karena besarnya arus sampah yang datang.
       
Dalam beberapa hari ini, sampah berupa eceng gondok yang disertai ranting dan batang kayu menyerbu sungai Martapura di wilayah Banjarmasin, hingga ratusan ton yang tertumpuk di bawah jembatan.
       
"Kita sangat kewalahan membersihkan sampah besar ini," ujar Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Hizbul Wathoni di Banjarmasin, Kamis.
         
Sebab, tuturnya, langkah pembersihan dengan menurunkan kapal pembersih sampah sungai yang diberi nama kapal sapu-sapu tidak bisa maksimal.
         
"Karena daya tampung kapal sapu-sapu cuma 10 ton, padahal sampah yang harus dibersihkan ratusan ton," bebernya.
         
Di mana, ungkap Hizbul, kapal tersebut usai memasukkan sampah harus bolak-balik menuju Sungai Gampa (tempat pembuangan enceng gondok) yang membutuhkan waktu 3-4 jam. Jadi sangat tidak efektif.
       
Sementara, kata dia, yang dihadapi adalah ratusan ton enceng gondok seluas lapangan sepakbola yang terkumpul di bawah jembatan Pasar Lama dan jembatan Pangeran Antasari. 
       
Jika bertahan dengan pola pemberdihan seperti ini, dia yakin, bakal butuh waktu berminggu-minggu untuk membersihkan besarnya tumpukan sampah ini.
       
"Untuk mengurangi tumpukan itu, terpaksa diurai dan dilarutkan," tuturnya.
         
Dia menyatakan harus dilakukan ini, untuk bisa memberikan ruang bagi transportasi sungai dapat melaluinya.
         
"Untuk itu kita turunkan pasukan turbo, yakni, pasukan pembersih drainase untuk mempercepat penanganan," beber Hizbul.
       
Untuk penanganan jangka pendek agar sampah yang datang dari hulu sungai tidak besar lagi datang, Pihaknya berencana membenahi perangkap enceng gondok di Banua Anyar. Persisnya di perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. 
       
Wathoni memperkirakan, perangkap itu cuma sanggup menangkap 20-30 persen sampah yang datang dari arah hulu.
       
"Sisanya menyerbu memasuki kota. Daya tangkapnya harus ditambah," tegasnya.


 

Pewarta: Sukarli

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018