Jakarta (AntaraNews Kalsel) - Mantan kepala SKK Migas Amien Sunaryadi berharap mudah-mudahan Indonesia bisa menemukan cadangan migas besar yang baru dalam waktu lima tahun.


"Jadi bagaimana menggunakan database sub-surface, dana dua miliar dolar AS untuk sepuluh tahun, mudah-mudahan lima tahun ada penemuan cadangan migas besar baru atau giant discovery," kata Amien di Jakarta, Senin.

Dia juga mengatakan bahwa defisitnya neraca pembayaran akibat migas akan lebih membengkak lagi pada tahun depan dan semakin membengkak pada tahun berikutnya.

"Artinya kalau defisit migas terbesar dari negara bukan sekarang, tapi tahun-tahun depan," ujarnya.

Amien juga menilai upaya untuk meningkatkan produksi saat ini, namun kalau dilihat dari "lifting" minyak paling naik 300 ribu barel dari 725 ribu barel menjadi satu juta barel.    

"Itu bukan yang dibutuhkan Indonesia. Indonesia butuh sekitar 1,5 juta barel, jadi yang dibutuhkan oleh Indonesia mau tidak mau adalah cadangan besar yang baru atau giant discovery," tutur Amien.

Upaya untuk menemukan cadangan besar yang baru ini sebelumnya pernah dilontarkan Amien pada Kamis (15/11) dimana menurutnya selama ini perusahaan-perusahaan migas Indonesia belum menemukan cadangan berukuran besar, jadi harus didorong agar mereka bisa menemukannya.

Perusahaan Indonesia pernah menemukan cadangan minyak agak besar di Jatibarang pada tahun 1967 dan Bunyu Nibung pada tahun 1974. Sejak saat itu perusahaan migas Indonesia belum menemukan kembali cadangan minyak seperti itu, dan bahkan cadangan-cadangan migas berukuran besar di Indonesia ditemukan namun oleh perusahaan asing.

Amien Sunaryadi, saat itu, mengakui bahwa produksi minyak mentah Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyat bahkan produksinya akan terus menurun.

"Produksi minyak kita saat ini sekitar 775 ribu BOPD dan akan terus menurun," tuturnya. Untuk meningkatkan produksi minyak sesuai kebutuhan rakyat Indonesia maka satu-satunya cara adalah harus diketemukannya cadangan minyak baru yang berukuran besar.

Posisi Amien Sunaryadi sebagai Kepala SKK Migas kemudian secara resmi digantikan oleh mantan direktur utama Pertamina Dwi Soetjipto, dalam upacara pelantikan yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Baca juga: Pertamina dorong produksi minyak nasional 60 persen
Baca juga: Medco komitmen pertahankan tingkat produksi migas
Baca juga: Pertamina Hulu Energi catat produksi migas lebihi target


Editor: Budi Santoso

Pewarta: Aji Cakti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018