Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Menteri Pertanian Dr H Andi Amran Sulaiman menginginkan lahan seluas 500 ribu hektar di Kalsel bisa digarap melalui full mekanisasi pertanian.

"Ketika dari atas helikopter saya lihat sepanjang 50 kilometer ada potensi lahan 500 ribu sampai 1 juta hektar. Mimpi kami bisa digarap 1 kilometer di kanan dan kiri jalannya. Ini cantik sekali," tuturnya, Kamis (18/10).

Dia mengaku serius jika di Kalsel akan dijadikan lumbung pangan Pulau Kalimantan. Untuk itu, lahan rawa seperti di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala akan terus dioptimalkan.

"Jadi intinya adalah masa depan pertanian Kalsel bahkan Indonesia dicetuskan dari sini (Desa Jejangkit). Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua DPR yang mewakili presiden  sudah setuju ini dilanjutkan," bebernya.
Persoalan tenaga kerja, kata dia, akan teratasi dengan mekanisasi pertanian. Sedangkan air yang tersedia setiap saat dilakukan pompanisasi untuk mengairi persawahan jika kering di saat musim kemarau.

"Insya Allah kita bantu lagi tahun depan  alsintan yang dibutuhkan untuk Kalsel sebagai penyangga pangan nasional," katanya kepada wartawan saat berada di Kampung Pertanian Terpadu di kawasan areal depan Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Secara nasional, kata dia, lahan tidur alias belum tergarap tersedia 10 juta hektar. Jika itu ditanami sebanyak tiga kali setahun, maka hasilnya 30 juta hektar bisa panen.

Itu artinya, pendapatan petani bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 triliun rupiah dan sama dengan satu kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di sisi lain, Kampung Pertanian Terpadu yang dibangun Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diapresiasi Mentan yang senang lahan kosong di perkantoran bisa disulap jadi kawasan asri yang hijau dengan tumbuhan sayur dan buah serta kandang-kandang untuk kembang biak hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam hingga bebek.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Provinsi Kalsel Drh Suparmi yang mendampingi Mentan Amran Sulaiman menjelaskan, pihaknya membanggun dua sub sektor lahan yang masing-masing sektor dengan luasnya sekitar 1/4 hektare secara terintegrasi, yakni Kampung Peternakan dan Kampung Perkebunan.

Pewarta: Firman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018