Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Kampung Pengolah Jamu Loktabar (Pejabat) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kenalkan produk baru berbahan tanaman alami yang diolah secara tradisional menjadi jamu yakni es krim rasa jamu.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan di Kota Banjarbaru, Sabtu mengatakan, es krim rasa jamu semakin menambah produk olahan berupa jamu di kampung pembuat jamu itu.

"Banjarbaru punya kampung "Pejabat" atau pengolah jamu Loktabat sehingga produk es krim rasa jamu ini semakin memperkenalkan nama kawasan di Kelurahan Loktabat Selatan itu," ujarnya.

Ia mengatakan, peluncuran produk baru berbahan es krim kombinasi jamu dilakukan, Jumat (11/5) bersama Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof H. Sutarto Hadi, yang mendukung produk tersebut.

Dijelaskan, pemkot memfasilitasi pola kemitraan antara Fakultas MIFA dari ULM bersama pembuat jamu dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar produk dan kampung "Pejabat" makin dikenal.

"ULM menyiapkan tempat khusus berupa outlet yang menjual produk es krim rasa jamu, selain itu memberikan bantuan dana untuk pengembangan kampung tematik ini," ungkapnya.

Menurut dia, kampung "Pejabat" merupakan salah satu kampung tematik yang dimiliki Banjarbaru dengan produk olahan jamu menggunakan bahan-bahan alami yang diolah secara tradisional.

Disebutkan, produk jamu tradisional yang dikembangkan merupakan inovasi bidang kuliner dan sesuai dengan konsep 3F yang digaungkan Wali Kota Nadjmi Adhani yakni Food, Fashion and Fun.

"Kami ingin memperkenalkan dan menarik minat orang luar agar datang ke Banjarbaru melalui konsep 3F itu. Salah satunya adalah kampung "Pejabat" yang menghasilkan produk jamu," ucapnya.

Dikatakan, sejauh ini kampung yang terletak di Jalan RO Ulin Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Utara sudah cukup dikenal orang luar daerah termasuk tamu-tamu penting.

"Jika ada tamu atau pejabat yang berkunjungan ke Banjarbaru, kami ajak kesini untuk menikmati inovasi dibidang kuliner, diantaranya pejabat setingkat menteri," ujar dia.

Rektor ULM Banjarmasin Sutarto Hadi mengatakan, pihaknya siap membantu pengembangan kampung tematik melalui pembuat outlet dan bantuan dana untuk pengembangan kawasan tersebut.

"Kami mengharapkan outlet es krim jamu menambah produk jamu tradisional yang dijual masyarakat dan bisa semakin memperkenalkan keberadaan kampung "Pejabat" ini," katanya.

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018