Pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan melalui Dinas Bina Marga sudah memperbaiki sedikitnya 171 jembatan selama 2006 hingga 2011.
Rencananya pada 2012 perbaikan dan pemeliharaan jembatan berkonstruksi kayu akan terus dilakukan, kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin M Amin MT kepada wartawan di Balaikota Banjarmasin, Rabu.
Ia menyatakan, masih sekitar 139 jembatan berkonstruksi kayu di wilayah kota ini yang perlu mendapat perbaikan dan pemeliharaan terus agar bisa menjadi sarana maksimal penyebarangan kendaraan masyarakat.
"Tahun ini kita menganggarkan sekitar Rp20 miliar total perbaikan dan pemeliharaan jembatan," ujarnya. Dia mengungkapkan, dari sekitar 431 jembatan yang tersebar di wilayah ini, 310 buah jembatan di antaranya berkonstruksi non permanen atau jembatan kayu ulin.
"Selebihnya, Alhamdulilah, sekitar 121 buah jembatan di daerah kita sudah berkonstruksi permanen atau beton," tuturnya. Kebanyakan jembatan yang kondisi kerusakannya cukup besar adalah jembatan yang panjangnya di atas 20 meter. Yakni, sekitar 75 persennya mendapat perbaikan.
"Tapi bukan kondisinya rusak berat, melainkan antara rusak sedang dan ringan," katanya seraya mengatakan kebanyakan jembatan kayu di daerah ini memang sudah saatnya untuk diperbaiki atau dibuat permanen berkonstruksi beton.
"Sebab, arus lalu lintas rata-rata di setiap wilayah sudah semakin padat, tetapi untukmerubah tersebut terbentur masalah dana yang besar untuk segera memperbaiki kesemuanya," katanya.
Pemkot hanya bisa melakukan perbaikan atau pergantian jembatan kayu dengan beton terbatas setiap tahunnya. Seperti tahun ini, hanya dua jembatan yang bisa diperbaiki, yakni Jembatan Rawasari dan Pemurus.
Menurut dia, jembatan-jembatan berkonstruksi kayu itu perlu mendapat intensif perawatan karena rata-rata kondisinya sudah dimakan usia./D/D
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012