Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat pengawasan pangan tingkat desa melalui pelatihan kader keamanan pangan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarbaru.
Ketua TP PKK Tapin Hj. Faridah Yamani mengatakan, pelatihan diikuti puluhan kader desa difokuskan untuk membangun sistem pengawasan pangan berbasis masyarakat guna menekan risiko peredaran makanan tidak aman di lingkungan rumah tangga.
"Kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga ditentukan dari keamanan pangan yang dikonsumsi setiap hari," katanya di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.
Baca juga: Tapin galakkan makan ikan wujudkan generasi sehat dan cerdas
Menurut Faridah, kader desa memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dalam memberikan edukasi terkait pola konsumsi pangan sehat dan aman.
“Salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut adalah memperkuat sumber daya manusia di daerah melalui pelatihan kader desa agar menjadi agen keamanan pangan di desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Desa Pangan Aman yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dirancang untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga keamanan pangan hingga tingkat keluarga.
Melalui pelatihan tersebut, kata dia, para kader dibekali kemampuan mengenali prinsip keamanan pangan, melakukan pendampingan kepada warga, hingga mengawasi praktik pengolahan makanan di lingkungan desa.
Baca juga: Pemkab Tapin tegaskan komitmen jalankan program PHBS
Baca juga: Sebanyak 17 nakes dari Kemenkes jalankan misi Nusantara Sehat di Tapin
Menurut Faridah, keberadaan kader penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih selektif terhadap bahan pangan dan proses pengolahan makanan sehari-hari.
“Pelatihan untuk kader ini penting dilakukan agar kader dapat mendampingi komunitas desanya dalam menerapkan prinsip keamanan pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kualitas konsumsi pangan berpengaruh langsung terhadap kecukupan gizi masyarakat dan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kualitas konsumsi pangan akan menentukan kualitas asupan dan kecukupan gizi sehingga pada akhirnya menentukan tingkat kesehatan masyarakat,” katanya menambahkan.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026