Tim Resmob Macan Kalsel Subdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan (Ditreskrimum Polda Kalsel) menyikat aksi premanisme yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) terhadap antrean kendaraan, khususnya truk yang mengisi biosolar subsidi di SPBU.

"Beberapa orang kami amankan dengan barang bukti uang hasil pungli kepada para sopir truk," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Frido Situmorang di Banjarbaru, Sabtu.

Dipimpin langsung Kasubdit 3 Jatanras Kompol Dedy Yudanto, tim bergerak ke sejumlah SPBU yang disanyalir terjadi aksi pungli.

Di antaranya SPBU di Jalan Trikora Banjarbaru, SPBU di Benua Anyar Banjarmasin, SPBU di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut dan SPBU di Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.

Hasilnya, sejumlah orang yang diduga sebagai preman ditindak petugas dan dibawa untuk diproses hukum lebih lanjut.

Frido menegaskan operasi pemberantasan aksi premanisme dan pungli itu menindaklanjuti keluhan para sopir truk yang selama ini resah.
 

Tim Resmob Macan Kalsel Subdit 3 Jatanras Polda Kalsel saat menindak para preman yang melakukan pungli di SPBU. (ANTARA/Firman)


Saat ditemui petugas di SPBU, sebagian sopir mengaku harus menyetorkan uang antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu untuk uang parkir sebagai syarat bisa mengantre pengisian BBM.

"Kami imbau masyarakat memberikan informasi jika terjadi pungli, aksi premanisme tidak boleh dibiarkan," tegas Frido.

Diketahui sebelumnya ratusan sopir truk menggelar aksi demo di kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru pada Rabu (13/5) mengeluhkan maraknya praktik pelansiran biosolar subsidi di SPBU hingga mereka harus mengeluarkan uang lebih agar bisa mendapatkan BBM.

"Katanya uang parkir, kalau tidak bayar kami tidak bisa masuk antrean. Pengisian BBM juga dikuasai pelansir yang bekerja sama dengan oknum SPBU," ucap pendemo.

.

 

Pewarta: Firman

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026