Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kabut asap sebagai dampak kebakaran lahan atau semak belukar kini mulai tampak pada beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pantauan Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Ahad siang, kabut asap tipis menyeruak ke jalan raya - Jalan A. Yani sekitar kilometer (km) 18 - 24, wilayah Kota Banjarbaru, serta menebar bau kurang mengenakan dari sesuatu yang terbakar.

Sementara kepulan asap dari kebakaran lahan atau semak belukar terlihat di kawasan Liang Anggang dan sekitarnya, yang juga masih dalam wilayah Kota Banjarbaru.

Sejumlah mobil barisan pemadam kebakaran (BPK) pun berdatangan untuk memadamkan lahan atau semak belukar yang terbakar itu, di antaranya dari luar Kota Banjarbaru, seperti Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar yang merupakan daerah tetangga.

Aroma menyengat atau kurang mengenakan dari kebakaran lahan/semak belukar itu juga tercium pada beberapa kawasan di Banjarmasin yang berjuluk kota seribu sungai, sejak Sabtu malam.

Berkaitan dengan mulainya kebakaran lahan atau semak belokar, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel H Riswandi SIP mengharapkan, agar semua pihak/pemangku kepentingan berupaya semaksimal mungkin meminimalkan kebakaran lahan dan hutan.

Begitu pula semua lapisan masyarakat agar lebih berhati-hati membuang pontong rokok guna menghindari kebakaran lahan/semak belukar, karena bisa menimbulkan membuat kabut asap, imbau Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup itu.

"Kebakaran lahan dan hutan itu berdampak pada kerusakan lingkungan hidup, seperti menimbulkan/kambuhnya penyakit asma, serta terganggunya kehidupan hayati lain," ujar anggota DPRD Kalsel tiga periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu berharap, kabut asap di wilayahnya tidak separah seperti tahun-tahun lalu.

"Oleh sebab itu, kita semua harus berupaya semaksimal mungkin mengantipasi, terutama mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan dan hutan," demikian Riswandi.

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017