Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat saat ini Indonesia mengalami surplus produksi jagung karenanya Perum Bulog didorong agar melakukan ekspor guna meningkatkan perekonomian bangsa sekaligus menyejahterakan petani. 

"(Jadi) kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Hal itu juga Amran sampaikan dalam kegiatan panen raya jagung serentak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi atau akrab dipanggil Titiek Soeharto yang juga dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1).

Baca juga: Pemerintah dorong Bulog ekspor jagung

Adapun peningkatan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen itu merujuk pada pencapaian produksi di 2025 yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berada di angka 16,11 juta ton. Produksi itu meningkat 6,44 persen dibandingkan di 2024 yang tercatat 15,14 juta ton.

Sedangkan dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas menghitung terdapat surplus 463,9 ribu ton dikarenakan kebutuhan konsumsi jagung di 2025 berada di angka 15,65 juta ton.

Surplus di 2025 tersebut melebihi capaian 2023. Saat itu, produksi jagung berada di 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun di 14,47 juta ton, sehingga terdapat surplus sejumlah 307,4 ribu ton.

Dengan demikian, dalam dua tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton.

"Surplus tersebut mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Perum Bulog dapat mulai melaksanakan ekspor stok jagung," ujar dia.

Apalagi terdapat kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton atau 20 persen dari produksi jagung nasional di 2025.

"Nah, Pak Kapolri luar biasa dan Bapak Presiden apresiasi kemarin. Capaiannya sampai 20 persen. Kami hitung, tadi Pak Kapolri, totalnya 700 ribu hektare dikali 5 ton, itu 3,5 juta ton," kata Amran saat berdialog dengan jajaran Polri secara daring.

Disebutkan Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali mencatatkan pencapaian yang positif dan progresif.

Setelah produksi beras yang tercatat mengalami lonjakan, dengan produksi 34,7 juta ton di 2025 dan stok awal 2025 mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, kini jagung pun mengalami peningkatan produksi yang signifikan.

Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 per Desember 2025 yang bersumber dari masukan informasi kementerian dan lembaga yang terkait, untuk komoditas jagung terdapat realisasi ekspor sampai November 2025 mencapai sekitar 21,3 ribu ton.

Pemerintah pun tidak melakukan impor jagung pakan untuk stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog.

Terkait peningkatan produksi jagung nasional 2025, Amran juga berterimakasih kepada Komisi IV DPR RI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas kontribusinya sehingga komoditas jagung bisa mencapai swasembada.

"Beliau (Ketua Komisi IV DPR RI) support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hanya satu tahun dari target Bapak Presiden empat tahun," kata Amran.

"Kedua, kami ucapkan terima kasih pada Bapak Kapolri, kami mewakili petani, mewakili pemerintah, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah kerja keras yang luar biasa," katanya menambahkan. 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengaku siap melakukan ekspor jagung.

Menurut dia, hal itu juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan pengumuman swasembada pangan pada Rabu (7/1).

"Kami menargetkan di tahun 2026 ini memang Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Ini seiring dengan konsep dari Bapak Kapolri, kami akan bersinergi semaksimal mungkin khususnya untuk kaitannya dengan ekspor jagung," kata Rizal.

Baca juga: Petani Kalumpang Tapin beralih tanam porang gantikan jagung



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah dorong Bulog ekspor jagung saat produksi alami surplus

Pewarta: Muhammad Harianto

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026