Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memperketat food security Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan pemeriksaan (skrining) penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) untuk mencegah kejadian, seperti kasus keracunan yang belakangan muncul di sejumlah daerah.

"Kami lakukan food security tiga kali seminggu memastikan bahan baku yang digunakan aman untuk dikonsumsi," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Jumat. 

Baca juga: Kapolda monitor MBG di SDN 1 Kemuning, produksi perdana SPPG Banjarbaru

Sedangkan untuk skrining penerima manfaat, Kapolda Kalsel telah memerintahkan Kabid Dokkes dan timnya mendata kondisi setiap siswa. 

Tujuannya guna mengetahui apakah ada yang alergi terhadap jenis makanan tertentu supaya penerima manfaat tidak memakannya.

"Misalnya ada yang alergi terhadap tempe atau sayuran tertentu jadi siswa bersangkutan tidak diberikan karena bisa resistensi," jelas Yudha.

Kapolda mengungkapkan skrining mulai dilakukan pekan ini dan akan berlangsung hingga satu bulan ke depan.

Jenderal polisi bintang dua ini kembali menekankan kepada Kepala SPPG dan Kepala Gizi yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan agar senantiasa menjamin makanan yang diproduksi sangat bergizi, segar dan higienis melalui kualiti kontrol yang ketat.

"Produksi makanan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) harus diterapkan betul," tegasnya.

Baca juga: Kapolri letakkan batu pertama pembangunan SPPG Polresta Banjarmasin

 

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengecek alat makan di SPPG Polda Kalsel di Kota Banjarbaru. (ANTARA/Firman)


Baca juga: SPPG Polda Kalsel layani 2.000 penerima manfaat pada 13 sekolah

Diketahui saat ini Polda Kalsel telah mengoperasikan tiga SPPG yakni SPPG Polda Kalsel di Kota Banjarbaru dan dua lainnya masing-masing dikelola Polres Tanah Laut dan Polres Tanah Bumbu dengan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat pada setiap SPPG.

Sedangkan ada 11 SPPG yang masih progres pembangunan untuk segera beroperasi dalam waktu dekat.

SPPG Polda Kalsel di Kota Banjarbaru pun telah dilengkapi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang berfungsi untuk membersihkan air yang tercemar dari sisa produksi sebelum dibuang ke badan air atau lingkungan lainnya guna memenuhi baku mutu yang berlaku sebelum dibuang. 

Polda Kalsel juga tengah mengembangkan mesin pembersih alat makan atau ompreng yang digunakan untuk MBG agar lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Warga Banjarbaru khawatir keberadaan dapur MBG di tengah permukiman



Video:

 

Pewarta: Firman

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025