Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meluncurkan program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu pada 2025.
Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin H Riduan Masykur di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, tahap awal dilaksanakannya program ini untuk 40 lebih siswa dari tingkat SD hingga SMA sederajat.
Baca juga: Seratus ibu hamil di Banjarmasin terima program bergizi cegah stunting
"Pendistribusian secara resmi bantuan pendidikan bagi siswa ini dilakukan Wali Kota Banjarmasin melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Banjarmasin Dr. Machli Riyadi," ungkapnya.
Disampaikan dia, program bantuan pendidikan bagi siswa pada tahap awal 2025 dengan total alokasi dana hampir Rp38 juta," ujarnya.
Dijelaskan Riduan, pendistribusian bantuan pendidikan ini tidak sama setiap siswa, yakni melihat kebutuhan masing-masing siswa.
"Angkanya dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa, sesuai keperluan untuk kelengkapan sekolah," ucapnya.
Menurut Riduan, kebanyakan bantuan yang diberikan ini untuk memenuhi seragam sekolah, termasuk tas, sepatu dan lainnya, juga untuk buku tulis, alat tulis dan buku pelajaran sekolah," ujarnya.
Disampaikan dia, para siswa yang mendapatkan bantuan ini telah diverifikasi sebagai anak dari keluarga tidak mampu pada lima kecamatan.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin renovasi rumah tidak layak huni pada 2025
"Program ini akan terus berlanjut bagi siswa-siswi tidak mampu lainnya, yakni sesuai besaran pengumpulan dana yang bersumber dari zakat, infak dan sedekah dari masyarakat mampu," ujarnya.
Riduan menyampaikan program ini setiap tahun dilaksanakan, hingga sudah ratusan siswa yang menerimanya.
Sama halnya program yang dilaksanakan BAZNAS Kota Banjarmasin seperti bantuan modal bagi pedagang kecil,bedah rumah, pemberian sembako bagi warga lanjut usia (Lansia), bantuan bagi korban kebakaran.
"Kita juga buat program ikut melakukan penanggulangan stunting dengan memberikan makanan sehat kepada ibu hamil dari keluarga tidak mampu," ujarnya.
Dia pun menghimbau kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi atau ekonomi yang wajib berzakat agar menyalurkan zakat, infak maupun sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS, karena pasti disalurkan untuk warga yang berhak.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin renovasi rumah tidak layak huni pada 2025
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin H Riduan Masykur di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, tahap awal dilaksanakannya program ini untuk 40 lebih siswa dari tingkat SD hingga SMA sederajat.
Baca juga: Seratus ibu hamil di Banjarmasin terima program bergizi cegah stunting
"Pendistribusian secara resmi bantuan pendidikan bagi siswa ini dilakukan Wali Kota Banjarmasin melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Banjarmasin Dr. Machli Riyadi," ungkapnya.
Disampaikan dia, program bantuan pendidikan bagi siswa pada tahap awal 2025 dengan total alokasi dana hampir Rp38 juta," ujarnya.
Dijelaskan Riduan, pendistribusian bantuan pendidikan ini tidak sama setiap siswa, yakni melihat kebutuhan masing-masing siswa.
"Angkanya dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa, sesuai keperluan untuk kelengkapan sekolah," ucapnya.
Menurut Riduan, kebanyakan bantuan yang diberikan ini untuk memenuhi seragam sekolah, termasuk tas, sepatu dan lainnya, juga untuk buku tulis, alat tulis dan buku pelajaran sekolah," ujarnya.
Disampaikan dia, para siswa yang mendapatkan bantuan ini telah diverifikasi sebagai anak dari keluarga tidak mampu pada lima kecamatan.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin renovasi rumah tidak layak huni pada 2025
"Program ini akan terus berlanjut bagi siswa-siswi tidak mampu lainnya, yakni sesuai besaran pengumpulan dana yang bersumber dari zakat, infak dan sedekah dari masyarakat mampu," ujarnya.
Riduan menyampaikan program ini setiap tahun dilaksanakan, hingga sudah ratusan siswa yang menerimanya.
Sama halnya program yang dilaksanakan BAZNAS Kota Banjarmasin seperti bantuan modal bagi pedagang kecil,bedah rumah, pemberian sembako bagi warga lanjut usia (Lansia), bantuan bagi korban kebakaran.
"Kita juga buat program ikut melakukan penanggulangan stunting dengan memberikan makanan sehat kepada ibu hamil dari keluarga tidak mampu," ujarnya.
Dia pun menghimbau kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi atau ekonomi yang wajib berzakat agar menyalurkan zakat, infak maupun sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS, karena pasti disalurkan untuk warga yang berhak.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin renovasi rumah tidak layak huni pada 2025
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025