Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan (Kalsel) H Syafrudin Noor memimpin apel gabungan sekaligus peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2025, di halaman kantor bupati setempat.
"Momen HARGANAS ke-32 ini penting untuk kita semua dalam merefleksikan kembali peran strategis keluarga, dalam pembangunan bangsa," kata bupati saat membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia Wihaji, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Kandangan, Selasa.
Diterangkan bupati, dengan tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, HARGANAS 2025 menjadi ajakan untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi bangsa.
Disebutkan bahwa keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas, berakhlak mulia, dan kompetitif di era global, mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Bupati juga mengatakan, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang.
Baca juga: Barito Putra jajal Perseka Kandangan HSS
"Tantangan seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan revolusi teknologi harus kita hadapi dengan bijak," ujarnya.
Sementara itu, pada saat yang sama juga memiliki momentum berupa bonus demografi, dan kemajuan teknologi yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan bangsa.
Disampaikan pula, pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang yang akan membawa dampak positif bagi bangsa. Keluarga yang tangguh, akan membentuk negara yang tangguh.
"Oleh karena itu, kita perlu melaksanakan pembangunan keluarga melalui berbagai program, kegiatan, dan langkah kebijakan yang pro keluarga," ungkapnya.
Beberapa hal yang perlu dilakukan seperti meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan, meningkatkan kualitas kesehatan, serta meningkatkan kualitas ekonomi.
Masih dalam sambutan Menteri, dikatakan pemerintah memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga. Akan tetapi pemerintah tidak bisa berdiri sendiri.
Baca juga: DPRD-Pemkab HSS tandatangani nota kesepakatan perubahan KUA-PPAS 2025
Diperlukan meningkatkan komitmen dan kerja sama multi pelaku, antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan keluarga yang kuat dan harmonis.
"Beberapa hal perlu kita lakukan diantaranya mengembangkan program-program pro keluarga, meningkatkan anggaran untuk pembangunan keluarga, serta meningkatkan kerja sama dengan stakeholder," ungkapnya.
Adapun Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN dalam upaya melaksanakan dan mewujudkan Asta Cita Presiden memiliki program strategis.
Program tersebut dinamakan dengan istilan Quick Win, yang terdiri dari GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Kemudian, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta SuperApps Keluarga.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025