Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan H Syafrudin Noor menyerahkan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dalam upaya mendukung kegiatan brigade pangan di kabupaten setempat.

Penyerahan dilakukan di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten HSS, oleh bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian HSS Muhammad Noor dan Anggota DPRD HSS dari Komisi III, di Kandangan, Rabu.

"Luas lahan yang akan dikelola saat ini ada sekitar 200 hektar, dan kita telah membentuk lima brigade pangan sesuai program Kementerian Pertanian RI," kata Kepala Dinas Pertanian M Noor dalam laporan.

Dijelaskan dia, kegiatan hari ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan, dengan menggunakan teknologi modern serta melibatkan generasi muda.

Baca juga: Banjir rendam 37 hektare sawah di Kecamatan Kalumpang

Pemanfaatan lahan akan dilakukan dengan optimalisasi rawa dan cetak sawah, di mana nantinya dari hasil cetak sawah dari akan dikelola brigade pangan yang dibentuk.

"Pada bulan Januari 2025 lalu kita telah menyerahkan empat unit mesin panen, traktor roda empat sebanyak empat unit, dan disusul hari ini  dibagikan kembali 14 unit handtraktor dan 22 unit handsprayer," ujarnya

Untuk ke depannya, menurut dia akan diusulkan mesin tanam, pompa air dan penunjang lainnya lainnya, disamping para petani telah mendapatkan pelatihan untuk bisa mengoperasikan alsintan yang telah diserahkan.

Sementara itu, Bupati HSS H Syafrudin Noor mengharapkan adanya bantuan alsintan tersebut agar bisa dirawat dipelihara dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

"Gunakan bantuan alsintan sebaik-baiknya, dirawat karena ini untuk kepentingan kelompok juga jadi milik bersama," ucapnya.

Baca juga: Enam petani milineal HSS magang di Taiwan

Selain tersedianya alsintan, dirinya pun mengingatkan perlu didukung Jalan Usaha Tani (JUT) dengan lebar 2,5 meter, mengingat mesin panen roda empat yang diserahkan sebelumnya membutuhkan jalan tani yang lebih lebar.

Bupati pun mengungkapkan, telah ada pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan, dan pihak balai telah melakukan peninjauan ke lapangan.

"Pengerukan Sungai Amandit Baru dan Amandit Lama sangat penting dilakukan, karena kondisi sungai di sana sudah lama dangkal. Air mengenangi lahan pertanian dan perkebunan, dan ini jadi akar masalah yang mesti diatasi, setelah dikeruk oleh Balai Sungai kita harapkan aliran air dapat kembali lancar," tuturnya.

Dan setelah pengerukan oleh balai, maka pihaknya dari Pemkab HSS akan menyiapkan pengerukan dari sawah ke Sungai Amandit, supaya tidak ada lagi area tergenang air, petani dapat bercocok tanam kembali.

Baca juga: Wabup HSS ingatkan Disdukcapil terus berinovasi dan tingkatkan pelayanan

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025