Kandangan, (Antaranews Kalsel)- Usai peringatan Hari Kartini di pendopo Kabupaten, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry dan Ketua TP PKK Kabupaten Hj Isnaniah A Fikry beserta pengurus PKK Kabupaten meninjau kegiatan pelayanan pemeriksaan IVA di puskesmas Simpur  kecamatan Simpur, Jumat (21/4).

Pemeriksaan  IVA di Puskesmas Simpur diprakarsai oleh Dinas Kesehatan HSS  bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten HSS dalam  menyelenggarakan deteksi dini kanker leher rahim dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)/Pap Smear bagi peserta JKN - KIS.

Bupati  dan Ketua TP PKK Kabupaten Hj Isnaniah A Fikry  disela kegiatan berdialog dengan para peserta, diharapkan kejadian kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga keberhasilan pengobatannya semakin besar.

"Melalui pemeriksaan ini semoga kesadaran masyarakat dalam deteksi dini kanker serviks dan payudara akan semakin meningkat, deteksi dini kedua kanker tersebut sangatlah penting karena dewasa ini kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut," kata Bupati.

Dijelaskan pula  bahwa Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April.

Dirinya mengajak agar momentum ini untuk melakukan perlindungan khusus bagi kaum perempuan dari penyakit kanker, selain itu, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpur Roeslinda saat dimintai keterangan mengatakan pelayanan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Simpur  Kecamatan Simpur, diikuti 106 orang dari  Lima puskesmas di tiga kecamatan, yakni kecamatan  Simpur, Kalumpang dan kecamatan Sungai  Raya.

" Tak hanya pemeriksaan IVA,  dalam memperingati Hari Kartini di Puskesmas Simpur juga diadakan kelas ibu hamil dan sosialisasi kanker leher rahim," ujarnya.

Ditambahkannya  IVA test adalah deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang dilakukan oleh dokter ahli dan Tes juga bisa dilakukan di puskesmas maupun bidan yang sudah terlatih.

Metode ini dilakukan dengan mengoleskan asam asetat ke leher rahim, setelah itu tim medis dapat menyimpulkan hasilnya apakah normal atau tidak.

" Para perempuan yang sudah menikah dan pernah melakukan hubungan seks wajib menjalankan tes ini demi pencegahan," jelasnya.

Pewarta: fathurrahman

Editor : Fathurrahman


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017