Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, bertekad untuk segera mewujudkan pembangunan Bendungan Sungai Kusan di Kecamatan Kusan Hulu untuk mengatasi banjir.


Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming, di Batulicin, Senin, mengatakan pembangunan bendungan selain untuk mengatasi banjir, juga memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat "Bumi Bersujud" itu, khususnya masyarakat sekitar bendungan.

"Dampak positif tersebut, di antaranya dapat mencegah terjadinya luapan air saat terjadi hujan deras, serta dapat dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sehingga dapat menghasilkan aliran listrik," katanya.

Pembangunan bendungan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas bidang pertanian yang mampu mengaliri ribuan hektare sawah di wilayah sekitar bendungan.

Berdasarkan ekspose hasil penelitian dan pengkajian kelayakan, sungai ini sudah dinyatakan layak perencanaan untuk pembangunan Bendungan Sungai Kusan. Selain itu juga sudah mendapat persetujuan dan dianggap layak dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Sebagai tindak lanjut tahapan yang rencana akan dilaksanakan pada tahun ini yakni pembuatan Detail Enginering Design (DED), atau perencanaan detail pembangunan dan pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang biayanya akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan periode 2017.

Selain itu, rencana kegiatan yang juga dilakukan adalah pembebasan lahan, serta relokasi rumah warga yang tinggal di lokasi rencana pembangunan bendungan. Karena pembangunan bendungan memerlukan luas lahan hingga 1.000 hektare.

Setelah pembuatan perencanaan pembangunan dan analisis AMDAL dibuat serta kegiatan tahapan lain dapat diselesaikan.

"Maka kegiatan pembangunan yang diperkirakan akan memerlukan dana mencapai Rp2 trilun akan dapat ditawarkan baik ke pemerintah pusat dengan mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maupun pihak swasta melalui kerjasama," katanya.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017