Banjarmasin, (Antaranews Kalsl) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan mengharapkan, agar pemanfaatan anjungan provinsi itu di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII Jakarta mencontoh Provinsi Jambi.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel H Husni Nurin dan anggotanya Hj Kamariatul Herlina mengemukakan harapan itu di Banjarmasin, Kamis, sesudah studi komparasi ke Perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di Jakarta, 14 November lalu.
Ustadz Husni Nurin bersama Partai Kebangkitan Bangsa dan "Srikandi" Partai Hanura itu mengaku, mengagumi program Pemprov Jambi dalam mengisi kegiatan pada anjungannya di TMII yang merupakan gambaran mini nusantara yang kini terdiri atas 34 provinsi.
Pemprov Jambi melalui perwakilannya di Jakarta hampir tidak pernah sepi atau setiap bulan menggelar berbagai kegiatan atau meramaikan anjungan mereka di TMII Jakarta Timur yang tidak jauh dari "Lubang Buaya" dan "Monumen Pancasila Sakti".
"Menyimak program pergelaran di anjungan Jambi TMII itu, semua pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) di provinsi yang kental dengan adat Melayu tersebut berpartisipasi aktif," tutur kedua wakil rakyat Kalsel tersebut.
"Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Jambi tampaknya kompak, seperti terlihat dalam mengisi kegiatan/pergelaran pada anjungan mereka di TMII. Saya kira, kita pun bisa mencontoh Jambi," ucap Husni Nurin menjawab Antara Kalsel.
Ustadz yang mantan anggota DPR RI dari PKB asal daerah pemilihan Kalsel itu berharap, dalam masa kepemimpinan Gubernur H Sahbirin Noor dapat mengajak Pemkab/Pemkot setempat memeriahkan anjungan "Rumah Banjar" di TMII.
"Pasalnya dari segi APBD Jambi dan Kalsel hampir sama, seperti 2016 sekitar Rp5,5 triliun. Jadi menurut saya, yang terpenting bagaiamana menjaga kekompakan antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot di banua (daerah) ini," demikian Husni Nurin.
Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel Hasan Mahlan dari Partai Golkar menambahkan, anjungan provinsi itu di TMII itu jangan terkesan hanya menjadi sarang kelelawar.
"Sayang keberadaan anjungan Kalsel di TMII itu tidak kita manfaatkan lebih maksimal lagi. Padahal tempat tersebut bisa menjadi arena atau ajang promosi potensi wisata dan ekonomi kreatif provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini," ujarnya.
Dalam belasan tahun terakhir, anjungan Kalsel di TMII diramaikan kelelawar, karena satwa yang termasuk binatang malam itu pada siang hari bergelantungan di "Rumah Banjar" yang menggunakan arsitektur bangunan bubungan tinggi.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel H Husni Nurin dan anggotanya Hj Kamariatul Herlina mengemukakan harapan itu di Banjarmasin, Kamis, sesudah studi komparasi ke Perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi di Jakarta, 14 November lalu.
Ustadz Husni Nurin bersama Partai Kebangkitan Bangsa dan "Srikandi" Partai Hanura itu mengaku, mengagumi program Pemprov Jambi dalam mengisi kegiatan pada anjungannya di TMII yang merupakan gambaran mini nusantara yang kini terdiri atas 34 provinsi.
Pemprov Jambi melalui perwakilannya di Jakarta hampir tidak pernah sepi atau setiap bulan menggelar berbagai kegiatan atau meramaikan anjungan mereka di TMII Jakarta Timur yang tidak jauh dari "Lubang Buaya" dan "Monumen Pancasila Sakti".
"Menyimak program pergelaran di anjungan Jambi TMII itu, semua pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) di provinsi yang kental dengan adat Melayu tersebut berpartisipasi aktif," tutur kedua wakil rakyat Kalsel tersebut.
"Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Jambi tampaknya kompak, seperti terlihat dalam mengisi kegiatan/pergelaran pada anjungan mereka di TMII. Saya kira, kita pun bisa mencontoh Jambi," ucap Husni Nurin menjawab Antara Kalsel.
Ustadz yang mantan anggota DPR RI dari PKB asal daerah pemilihan Kalsel itu berharap, dalam masa kepemimpinan Gubernur H Sahbirin Noor dapat mengajak Pemkab/Pemkot setempat memeriahkan anjungan "Rumah Banjar" di TMII.
"Pasalnya dari segi APBD Jambi dan Kalsel hampir sama, seperti 2016 sekitar Rp5,5 triliun. Jadi menurut saya, yang terpenting bagaiamana menjaga kekompakan antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot di banua (daerah) ini," demikian Husni Nurin.
Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel Hasan Mahlan dari Partai Golkar menambahkan, anjungan provinsi itu di TMII itu jangan terkesan hanya menjadi sarang kelelawar.
"Sayang keberadaan anjungan Kalsel di TMII itu tidak kita manfaatkan lebih maksimal lagi. Padahal tempat tersebut bisa menjadi arena atau ajang promosi potensi wisata dan ekonomi kreatif provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini," ujarnya.
Dalam belasan tahun terakhir, anjungan Kalsel di TMII diramaikan kelelawar, karena satwa yang termasuk binatang malam itu pada siang hari bergelantungan di "Rumah Banjar" yang menggunakan arsitektur bangunan bubungan tinggi.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016