Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggelar tradisi baayun maulid yang diikuti ratusan anak dalam memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus hari jadi (Harjad) ke-499 kota setempat pada 2025.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR yang hadir langsung di kegiatan dilaksanakan di mesjid bersejarah Sultan Suriansyah tersebut, Senin, menyampaikan, penting menjaga kelestarian budaya khas Banjar ini agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
Baca juga: Kalsel gelar Baayun Maulud di TMII tingkatkan kunjungan anjungan
"Tradisi baayun maulid ini merupakan bagian dari budaya urang banua yang sarat makna. Selain memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Banjarmasin untuk mengenang masa kecil mereka. Karena dulu, banyak di antara kita yang pernah baayun atau di pukung ketika menangis," ungkapnya.
Yamin menambahkan bahwa baayun maulid bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga media mempererat tali silaturahmi antar warga, memperkokoh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus memperteguh identitas budaya masyarakat Banjar.
"Kegiatan ini harus kita jaga dan lestarikan, karena hanya dilaksanakan setahun sekali. Harapannya, setiap tahun bisa terus diadakan agar menjadi pengingat dan pengikat kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW serta budaya kita di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa pelaksanaan tradisi di Masjid Sultan Suriansyah, salah satu masjid bersejarah di Kalimantan Selatan, memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat.
"Apalagi acara ini digelar di Masjid Sultan Suriansyah yang penuh sejarah. Ini tentu menambah makna spiritual dan budaya bagi kita semua," ujarnya.
Tradisi Baayun Maulid sendiri sudah menjadi agenda tahunan di Kota Banjarmasin. Selain bernuansa religi, kegiatan tahunan ini juga diikuti sebanyak 499 anak, sesuai jumlah usia kota setempat pada 2025.
Baca juga: Pjs Wali Kota Banjarbaru: Generasi muda harus kenal tradisi "Baayun Maulud"
Kegiatan ini menjadi daya tarik budaya yang mempererat kebersamaan warga dan menjaga kearifan lokal masyarakat Banjar. Juga menjadi daya tarik pariwisata religi.
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026