Anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Kota Banjarmasin yang baru dilantik Direktur Eksekutif JKPI, berembug untuk menentukan langkah atau program ke depan sebagai upaya melestarikan warisan budaya dan pengembangan pariwisata.

Kordinator JKPI Banjarmasin Mohammad Khuzaimi di Banjarmasin, Sabtu, menyebutkan pertemuan anggota JKPI guna membahas berbagai hal menyangkut organisasi serta rencana kongres JKPI yang dijadwalkan pada awal tahun di Banjarmasin.

Baca juga: Banjarmasin kukuhkan bunda literasi guna peningkatan budaya baca

Dalam urun rembug tersebut, pihak anggota bersepakat menjadikan komunitas JKPI Banjarmasin sebagai organisasi profesional non profit.

Khuzaimi menuturkan anggota JKPI Banjarmasin juga sepakat mengurus akte Notaris yang akan ditindaklanjuti dengan surat keputusan wali kota sebagai mitra kerja profesional.

"Kita siapkan mulai dari Tematik, visi, misi, arah tujuan, legalitas, peran pada masyarakat, keanggotaan, media sosial dan segala hal administrasi," tutur Khuzaimi.

Menurut Khuzaimi, JKPI Banjarmasin akan mengadakan rapat perdana sekitar 10-16 Januari 2024 di Banjarmasin.

Organisasi tersebut, diungkapkan Khuzaimi, membahas struktur organisasi dan susunan kepengurusan, sekaligus mengurai tugas para pengurus, anggota, serta membahas hubungan dengan pemerintah setempat dan JKPI Pusat.

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin ajak pemuda lestarikan budaya lewat prestasi

Jika semua sudah tertata dengan baik, Khuzaimi menuturkan pengurus JKPI berencana beraudiensi dengan pejabat instansi terkait, serta mendata terhadap warisan budaya benda maupun non benda.

Dibahas juga rencana kunjungan ke berbagai lokasi yang terdapat warisan budaya, seperti rumah tua, kampung tua, dan kawasan lain yang ada kaitan dengan Banjarmasin sebagai "Kota Pusaka".

Diketahui, Direktur JKPI Pusat Asfarinal melantik anggota JKPI Kota Banjarmasin di Banjarmasin pada beberapa waktu lalu.

Usai pelantikan, JKPI Banjarmasin mengadakan dialog dipimpin Muhammad Khuzaimi yang anggota Hasan Zainuddin, Mohammad Ary, Bagong Tidarta, Dodot Wahyudin, Muhammad Yusuf, Prof. Rustam Effendi, Amanul Yakin, Nabehani, dan Lisna.

Baca juga: Mahasiswa di Banjarmasin diminta aktif lestarikan budaya lokal

Pewarta: Hasan Zainuddin

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023