Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mensosialisasikan Kartu Indonesia Pintar Daerah (KIPD) untuk pelajar dari keluarga tidak mampu agar bisa menyelesaikan pendidikan tingkat atas.
 
Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi di Banjarmasin, Sabtu, menyampaikan KIPD ini sebagai komitmen Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk generasi muda daerah agar bisa menyelesaikan pendidikan.

Baca juga: Bank Kalsel luncurkan Kartu Balangan Pintar pada Hut ke-19 Kabupaten Balangan
 
"Khususnya pelajar yang keluarganya tidak mampu agar mendapatkan kesempatan yang sama meraih cita-cita," ujarnya.
 
"Semoga dengan adanya sosialisasi ini, dapat memberikan pemahaman, kesamaan pandangan dan juga persepsi, khususnya terkait penyaluran KIPD bagi peserta didik kita," ujarnya.
 
Suparmi pun menyampaikan amanat Gubernur Kalsel bahwa sejak awal berdiri negeri ini, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas adalah salah satu tujuan yang harus dicapai.
 
"Dan ini terus kita lakukan dan kita upayakan hingga sekarang. Karena tidak bisa kita pungkiri, zaman terus maju dan berkembang, sehingga tantangan pun akan terus kita hadapi, dalam mewujudkan cita-cita luhur pendiri bangsa ini," ujarnya.
 
Gubernur Kalsel yang lebih akrab Paman Birim tersebut menyatakan bahwa program KIPD ini dapat disalurkan dengan tepat, kemudian penerima manfaat juga dapat menggunakannya secara bijak dan cermat, serta yang terpenting tidak disalah gunakan.

Baca juga: Program HAS Kartu Balangan Pintar dan berobat cukup dengan KTP dan KK
 
"Semoga program ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, sehingga apa yang menjadi tujuan dan harapan kita dapat tercapai," demikian harapan Gubernur.
 
Menurut Kelapa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, lahirnya KIPD merupakan komitmen dari Pemprov Kalsel untuk terus melanjutkan perwujudan cita-cita luhur pendiri bangsa Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
"Yang bertujuan untuk memberikan dukungan pendidikan, kepada para peserta didik, dari keluarga miskin atau kurang mampu," katanya.
 
Menurut dia, inisiatif ini diluncurkan dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan, serta mengurangi kesenjangan sosial, dalam hal akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Kalsel.
 
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor UNISKA dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.
 
Kemudian penandatanganan MoU bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa UNISKA Banjarmasin, antara Wakil Rektor III dengan Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Kalsel.

Baca juga: Sebanyak 1.225 siswa SMP di Banjarmasin terima Kartu Indonesia Pintar
 

Pewarta: Sukarli

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023