Pemerintah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan setempat memperbanyak taman bacaan masyarakat (TBM) untuk mengurangi tingginya angka buta aksaradi daerah itu.

Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Slamet Riyadi, Senin, mengatakan, tingginya angka buta aksara yang mencapai 13.883 orang atau sekitar tujuh persen dari penduduk Kotabaru kini membuat dinas pendidikan harus kerja keras menyusun beberapa langkah strategis untuk menguranginya.

Diantaranya, lanjut Slamet, membangun Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di beberapa daerah kecamatan di Kotabaru.

Memberikan bantuan buku cerita dan bacaan-bacaan inspiratif sesuai dengan kondisi daerah kecamatan masing-masing.

Selain buku inspiratif, dinas pendidikan juga aklan memperbanyak buku bacaan tentang keagamaan dan akan diberikan kepada masyarakat sesuai daerah kantong-kantong buta aksara berada.

Serta memperbanyak kelompok-kelompok belajar atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerah kepulauan dan pesisir, terutama daerah yang menjadi kantong-kantong buta aksara.

"Hingga saat ini, Kotabaru juga telah memiliki sedikitnya 25 unit PKPBM yang tersebar di daerah kecamatan," imbuhnya.

PKBM dan TBM masing-masing menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bagi warga yang belum bisa baca tulis, serta menyelenggarakan ujian penyetaraan paket A, B dan C.

Khusus untuk paket A, B, dan C diperuntukkan bagi yang tidak sempat lulus SD, SMP dan SMA.

"Sesuai Deklarasi Dakkar, kami berharap pada 2015 nanti angka buta aksara di Kotabaru bisa berkurang minimal 50 persen, syukur-syukur lebih dari itu," tegas Slamet.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kotabaru dari hasil sensus penduduk 2010, jumlah buta aksara di Kotabaru memcapai 13.883 orang, sebagian besar mereka dari kelompok umumr 45 tahun ke atas./C

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011