Pelaksana harian Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) Bambang Dedi Mulyadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Badan Restorasi Gambut (BRG) sepakat menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“TMC akan memanfaatkan awan potensial untuk memperpanjang musim hujan di langit Kalsel,” kata Bambang di Banjarbaru, Sabtu.

Baca juga: Bupati Tapin : Jangan terjadi lagi karhutla lahap pertanian

Bambang menuturkan BRG merupakan lembaga yang berwenang melaksanakan TMC untuk menanggulangi karhutla.

“Kita berkoordinasi dengan pihak BRG terkait dengan mekanisme TMC,” ucapnya.

Rencananya, Bambang menyebutkan TMC di Kalsel dilaksanakan selama 12 hari mulai akhir Juni hingga awal Juli mendatang.

Baca juga: Bupati Tapin perintahkan masyarakat jaga daerah dari karhutla

BPBD Kalsel juga telah melaksanakan kesepakatan bersama Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb Vincentius Endy terkait prosedur landasan helikopter.

Bambang mengatakan hal tersebut merupakan upaya pemerintah setempat menghadapi musim kemarau panjang yang dapat berdampak pada bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Bambang, bencana asap dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Penanganan karhutla di Kalsel guna helikopter

Lebih lanjut, saat ini area Bandara Syamsudin Noor ditetapkan sebagai daerah rawan karhutla sehingga pihaknya terus meningkatkan upaya penanggulangan bencana kepulan asap tersebut.

Dia mengungkapkan BPBS Kalsel memprioritaskan pengamanan area bandara agar bencana asap tidak mengganggu transportasi jalur udara tersebut.

Bambang menyampaikan saat ini karhutla di Kalsel masih dapat dikendalikan, namun tetap memerlukan peningkatan upaya dalam menangani bencana tersebut.

Baca juga: Cegah karhutla, BPBD Kalsel libatkan pakar dari pusat

Sementara itu, Manager Pusdalops BPBD Kalsel Ricky Ferdyanto menambahkan karhutla di Kalsel hingga kini telah melanda sekitar 90 hektare.

“Upaya peningkatan penanganan tersebut merupakan bagian dari koordinasi dengan Pusdalops,” ungkap Ricky.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023