Sebagian petani asal Desa Bumi Asih Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, memanfaatkan pematang sawah sebagai tempat tumpang sari untuk ditanami berbagai jenis sayur-sayuran guna memenuhi kebutuhan dapur.

"Ada jagung, kacang panjang, terong, cabai dan jenis sayuran lainnya kami tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sisanya juga dapat kami jual," kata salah satu petani asal Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan, Umy Sholichah, di Batulicin Sabtu.

Dia mengatakan, pemanfaatan pematang sawah meskipun bukan sebagai tanaman utama tapi menjadi rutinitas dan hiburan tersendiri bagi petani saat berkunjung ke sawahnya.

Sambil melihat dan mengontrol pertumbuhan tanaman padinya, biasanya petani juga memanfaatkan waktu dengan memelihara beberapa jenis tanaman sayuran di pematang.

"Hasilnya cukup lumayan, minimal untuk memenuhi kebutuhan sayur saya tidak perlu beli lagi ke pasar. Bahkan kalau ada tetangga yang perlu, saya juali dengan harga yang murah htung-hitung sambil membantu," terang Sholicah.

Sholicah mengutarakan, selain memanfaatkan pematang sawah untuk ditanami sayur-sayuran, pihaknya juga memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami cabai dan sayur-sayuran.

Menurut dia, pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman buah buahan, sayur mayur, bumbu dapur dan lain lain yang memiliki nilai ekonomis.

"Dengan terpenuhinya kebutuhan dapur dari kebun sendiri, kita tidak lagi ketergantungan dari daerah lain," terang dia.

Sholichah juga berharap apa yang dilakukannya mampu menjadi contoh dan semangat bagi petani dan warga yang memiliki lahan lebih luas dan dapat digunakan untuk bercocok tanam seperti dirinya.

 

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023