Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Dinkes HSS), Yamin menyebutkan dua pekerja dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjen H Hasan Basry Kandangan menjadi tenaga pelayanan jamaah haji Kementerian Kesehatan RI di Arab Saudi.

"Dua nakes ini, satu orang lulus dalam tes seleksi tenaga kesehatan haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan satunya bertugas sebagai tenaga kesehatan Arab Saudi," kata Yamin dalam keterangan di Kandangan, Senin.

Yamin menuturkan petugas pelayanan Haji 2023 terdiri dari tiga kategori, yakni petugas pembimbing haji, pelayanan umum dan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Dinkes HSS temukan 66 kasus TBC

Pemerintah Kabupaten HSS menanggung biaya kedua petugas haji tersebut, yakni Yamin menjadi pelayan kesehatan dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) HSS, Ustad Hairani sebagai pembimbing ibadah haji.

Pemerintah menetapkan beberapa syarat untuk menjadi petugas, salah satunya pernah melaksanakan ibadah haji, sehingga memiliki pengalaman dan memudahkan untuk membantu para jamaah haji.

"Alhamdulillah saya pernah menjadi tenaga kesehatan kloter tahun 2019, sementara Ustad Hairani juga telah menjalankan ibadah haji sekitar tahun 2017," ucap Yamin.

Baca juga: Pemkab HSS siapkan transisi pandemi ke endemi COVID-19

Pemberangkatan Kloter Satu Nasional diperkirakan pada 24 Mei 2023 mendatang, dan untuk Kloter Satu Embarkasi Banjarmasin biasanya empat hari setelah kloter nasional atau 27 Mei 2023.

Namun, kepastian pemberangkatan jamaah haji Indonesia menunggu informasi resmi dari sistem undian (Qur'ah) Kementerian Agama RI.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023