Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Sekretariat Nasional Jaringan Intelektual Muda Kalimantan (Seknas JIMKa) menggelar diskusi dengan topik "Prinsip-prinsip Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal."


Ketua Umum Seknas JIMKa MS Siddiq kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa menerangkan, diskusi mengenai lingkungan tersebut dengan pembicara Wakil Ketua MPR RI H Mahyudin.

"Melalui forum diskusi itu kita berharap akan menjadi daya dorong untuk menumbuhkan kesadaran para "stakeholder" dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada tata kelola lingkungan lebih nyaman, berdasarkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal," ujarnya.

Oleh sebab itu, sebagai peserta diskusi mengundang tokoh masyarakat/adat serta para pemegang kepentingan, lanjut aktivis lingkungan bergelar doktor, sarjana agama dan MSi tersebut.

Diskusi tersebut juga rangkaian pelaksanaan "Save Indonesia", Gerakan Selamatkan INDONESIA dan dalam peringatan Hari Bumi 2016 di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam rangkaian peringatan Hari Bumi 2016 tersebut, JIMKa bersama masyarakat dan aktivis lingkungan melakukan gerakan penanaman seribu pohon tujuh jenis tanaman langka Kalimantan.

Selain itu, menggelar bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga masyarakat yang kurang mampu serta sunatan massal bagi anak-anak mereka yang tinggal di sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kalsel.

Gerakan penanaman seribu pohon dan bakti sosial itu di kawasan Tahura Sultan Adam, yang dijadwalkan 22 - 24 April 2016 dan mengharapkan kehadiran Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk mengawali kegiatan tersebut.

Pewarta: Syamsudin Hasan

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016