Arus balik Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah pada H+2 dan H+3 yang menggunakan mobil angkutan umum darat padat penumpang.
        
Keadaan yang bagaikan ikan sarden itu baik dari arah daerah Hulusungai atau "Banua Anam" Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Banjarmasin dan sekitarnya maupun sebaliknya, demikian dilaporkan, Senin.
        
Pasalnya sebagian besar mobil jenis colt L300 atau sejenis minibus itu muatan penumpangnya terlihat berjubel hampir melampaui ketentuan maksimal sehingga penuh sesak bagaikan ikan sarden dalam kaleng.
        
Sebagai contoh untuk bagian depan atau samping sopir yang semestinya boleh memuat dua penumpang tapi ada diantara angkutan jurusan daerah Hulusungai - Banjarmasin dan sekitarnya yang mengisi sampai tiga orang.
        
Begitu pula di kursi bagian tengah atau belakang yang seharusnya cuma untuk empat orang tapi ada diantaranya yang mengisi tumpangan sampai lima orang.
        
Sementara ongkos angkut penumpang cukup bervariasi tetapi sebagian besar tetap menggunakan biaya seperti hari-hari sebelum Lebaran Rp35.000 perorang untuk jurusan Barabai - Banjarmasin atau sebaliknya, yang berjarak sekitar 165 kilometer.
        
Begitu pula jurusan Kandangan - Banjarmasin yang berjarak sekitar 135 kilometer ongkos angkut penumpang umum perorang rata-rata Rp30.000 namun ada diantaranya yang dikenakan Rp35.000 terutama bagi yang lewat calo.
        
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Induk Banjarmasin Yusuf ketika dihubungi menyatakan, pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan atas pelanggaran ketentuan angkutan penumpang umum.
        
"Kalau memang ada laporan maka kami akan menindaklanjuti yaitu paling tidak memberikan teguran dan tidak tertutup kemungkinkan dikenakan sanksi," tandasnya.
        
Mengenai muatan yang berjubel, dikatakan, kalau mobil angkutan umum yang berangkat dari Terminal Induk Banjarmasin dipastikan tidak melampaui ketentuan maksimum yaitu 14 orang penumpang.
        
Sedangkan diperjalanan jika seandainya sopir menambah muatan maka hal itu di luar tanggung jawab UPTD Terminal Induk Banjarmasi, lanjutnya.
        
Begitu pula mengenai ongkos angkut penumpang bagi yang keberangkatannya dari Terminal Induk Banjarmasin tidak akan melampaui ketentuan.
        
"Tapi kalau di luar Terminal Induk Banjarmasin persoalan terjadi kenaikan ongkos angkut penumpang bukan tanggung jawab kami," demikian Yusuf.
        
Banua Anam Kalsel meliputi enam wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Tapin dengan ibukotanya Rantau (117 Km utara Banjarmasin), Hulu Sungai Selatan (Kandangan, 135 Km utara Banjarmasin) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai, 165 Km utara Banjarmasin).
        
Selain itu, Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan ibukotanya Amuntai (185 Km utara Banjarmasin), Balangan (Paringin, 227 Km utara Banjarmasin) dan Kabupaten Tabalong (Tanjung, 236 Km utara Banjarmasin).

Pewarta:

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010