Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, tiga tahun mendatang atau sebelum masa kepemimpinan pemerintahan H Irhami Ridjani-Rudy Suryana 2015 ditargetkan mencapai 8 persen.
Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, Jumat, mengatakan, dua sampai tiga tahun kedepan, laju pertumbuhan ekonomi Kotabaru ditargetkan naik dua persen dari saat ini sekitar enam persen lebih menjadi delapan persen lebih.
"Target tersebut sangat realistis apabila jembatan mulai dibangun dan sejumlah industri di Kotabaru mulai beroperasi," jelasnya.
erlebih jika tambang minyak dan gas bumi (migas) di blok Sebuku mulai beroperasi.
Untuk mewujudkan target tersebut, bupati mengaku telah menyusun langkah strategis.
iantaranya, mendukung terbangunnya jembatan Tanjung Ayun-Tarjun sepanjang 3,5 km oleh perusahaan bijih besi Pt Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), dan mengundang sejumlah investor untuk membangun industri di Kotabaru.
emkab Kotabaru juga memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan sahamnya untuk membuka lapangan usaha melalui pembangunan industri dan infrastruktur di daerah itu.
"Ada sejumlah investor dalam dan luar negeri kini siap berinvestasi di Kotabaru, dan kini sedang melakukan persiapan perijinannya," ujar bupati.
Investor di bidang perkebunan karet dan industrinya, bidang pertambangan bijih besi beserta industri baja serta industri hasil tambang yang lainnya.
Bupati menambahkan, sektor pertanian kini juga disiapkan untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi Kotabaru mencapai delapan persen.
"Saat ini, kami telah mencetak sawah baru dan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi produksi hasil pertanian," terangnya.
endukung program tersebut, Pemkab Kotabaru akan membangun sarana irigasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan perluasan lahan persawahan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, H Zuhairil Anwar MM, mengatakan, sektor pertanian diharapkan mampu menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) daerah itu hingga tiga persen, dari Rp262,6 miliar 2010 menjadi Rp272,8 miliar pada 2011.
Sumbangan tersebut berupa peningkatan hasil produksi pertanian, misalkan padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah.
ia menjelaskan, melalui kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi, diharapkan produksi padi terjadi peningkatan hingga 88.098 ton pada 2011.
Produksi jagung sebesar 16.199 ton, produksi kedelai 2.544 ton, dan produksi kacang tanah menjadi 1.857 ton.
Menurut Zuhairil, upaya dinas pertanian untuk meningkatkan ekonomi petani di daerah pada APBD 2011 dilakukan dengan kegiatan peningkatan produksi pertanian.
Diantaranya, melalui cetak sawah baru seluas 800 hektare, dan pembukaan lahan kering seluas 350 hektare.
erta peningkatan mutu intensifikasi seluas 7.500 hektare dengan pola sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).
Sementara itu, berdasarkan data 2008, perekonomian Kotabaru mempunyai prospek cukup bagus, dilihat dari rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001-2005 mencapai 6,18 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan ini lebih didorong oleh tingginya tingkat struktur ekonomi Kotabaru pada sektor pertanian dan sektor pertambangan yang pertumbuhannya rata-rata sebesar 5,77 persen per tahun dan 8,77 persen per tahun.
Penciptaan iklim usaha yang sehat dalam prakteknya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, tidak selalu berhubungan positif dengan kegiatan investasi.
Fenomena ini dapat dicermati dari data posisi kredit rupiah dan valuta asing bank umum dari lembaga perbankan yang beroperasi di Kabupaten Kotabaru./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011