Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Banjar Raya kembali beraksi. Kali ini giliran Srikandi Pemasyarakatan yang unjuk gigi dalam upaya menegakkan keamanan dan ketertiban (Kamtib) dengan melakukan pemeriksaan di blok hunian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Martapura, Selasa.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sri Yuwono yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, Lilik Sujandi menyampaikan arahan kepada seluruh petugas untuk melaksanakan pemeriksaan kepada setiap blok hunian dengan professional, mengedepankan asas kemanusiaan dan tetap menghormati para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna menjaga kondusifitas.

“Tetap kedepankan rasa humanis dalam pemeriksaan, profesional dalam bertugas dan pastikan jika menemukan barang-barang terlarang di dalam blok hunian agar segera disita guna menciptakan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” pungkas Sri Yuwono.

Kegiatan ini diikuti oleh petugas Pemasyarakatan dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, LPKA Kelas I Martapura, Bapas Kelas I Banjarmasin, Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Rutan Kelas IIB Marabahan, Rutan kelas IIB Pelaihari hingga Rupbasan Kelas I Banjarmasin. Berhadir pada kegiatan ini Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetya dan Kalapas Kelas IIB Banjarbaru, Amico Balalembang.

Kepala Lapas Perempuan Martapura, Salis Farida Fitriani mengatakan bahwa pelaksanaan pemeriksaan dilakukan dengan membagi petugas menjadi lima tim dan satu tim bertugas untuk menggeledah satu blok hunian.

“Lapas Perempuan Martapura memiliki 5 blok hunian, yaitu Medium Security I dan II, Minimum Security I dan II, serta Maksimum Security, pada hari kita lakukan pemeriksaan kepada 5 blok hunian tersebut,” ucapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan, Muhamad Susanni menyampaikan bahwa pada operasi ini didominasi oleh Srikandi Pemasyarakatan yang  beraksi melakukan pemeriksaan kepada WBP.

“Karena ini Lapas Khusus Perempuan, para Srikandi Pemasyarakatan yang turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dan para petugas pria melakukan pendampingan. Namun hal tersebut tak mengurangi esensi dari giat Satops Patnal yang rutin digelar ini,” ucapnya.
Petugas menunjukkan hasil temuan merazia blok hunian di LPP Kelas IIA Martapura. (ANTARA/Firman)


Susanni juga menyampaikan pada kegiatan ini dilaksanakan pemeriksaan urine yang dilakukan dengan menggunakan metode sampling kepada 10 orang WBP dan 10 orang petugas Lapas Perempuan.

“Kita lakukan tes urine secara acak untuk memastikan LPP Martapura ini benar-benar bersih dan hasilnya tidak ada WBP dan Petugas yang positif menggunakan Narkotika,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan gelaran barang sitaan yang ditemukan oleh petugas di dalam blok hunian, selanjutnya barang terlarang ini akan dihanguskan dan kegiatan serupa akan terus digalakkan guna menciptakan kondisi Lapas yang aman, tertib dan kondusif.

Pewarta: Firman

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022