Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi mengharapkan,  potensi wisata berbasis budaya agar menjadi pemicu ekonomi provinsinya yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota.

"Harapan itu saat menghadiri 'Mesiwah Pare Gumboh' di Kabupaten Balangan, Kalsel," ujar Humas Sekretariat DPRD (Setwan) provinsi tersebut melalui WA-nya, Ahad (24/7/22).

Oleh karenanya, wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu mengharapkan pula agar pemerintah provinsi (Pemprov) setempat terus menggali potensi budaya dan alam yang memiliki daya tarik wisata. 

Mesiwah Pare Gumboh IV di Desa Liyu (sekitar 217 kilometer utara Banjarmasin), Balangan itu sendiri merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat adat DayaK Deah  desa tersebut atas hasil panen yang mereka dapat.

Posisi "Bumi Sanggam" Balangan dan "Bumi Saraba Kawa" Tabalong berbatasan langsung serta dekat Ibu Kota Negara (IKN) akan menjadi nilai tambah.

"Oleh sebab itu, potensi wisata budaya dan alam pada kedua wilayah Balangan dan Tabalong harus segera dipercepat pengembangannya," harap Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut seperti dikutip Juru Bicara (Jubir) Setwan Kalsel.

"Kita harapkan pula upaya tersebut akan mendongkrak kesejahteraan warga di dua kabupaten yang berbatasan IKN itu nanti," lanjut Firman Yusi.
Suasana "Mesiwah Pare Gumboh" IV salah satu tradisi masyarakat Adat DayaK Deah di Desa Liyu (sekitar 217 kilometer utara Banjarmasin), Kabupaten Balangan, Kalsel, Sabtu 23 Juli 2022. (Istimewa/Humas Setwan Kalsel.)

Kegiatan Mesiwah Pare Gumboh sendiri diisi dengan berbagai aktivitas budaya dan seni dari Masyarakat Adat Dayak Deah Balangan, sesudah sempat menyelenggarakan secara terbatas Tahun 2020 dan 2021 sebagai dampak pandemi, baru 2022 menggelar even tersebut selama tiga hari secara terbuka untuk umum.

Gelar Mesiwah Pare Gumboh IV di Desa Liyu Bumi Sanggam Balangan itu, 22 - 24 Juli 2022, demikian rilis Humas Setwan Kalsel.

Sanggam merupakan motto daerah Balangan ata pemekaran Kabupaten HSU 2003 berasal dari bahasa daerah Banjar yang pengertiannya sama dengan kuat/tangguh.
Suasana "Mesiwah Pare Gumboh" IV salah satu tradisi masyarakat Adat DayaK Deah di Desa Liyu (sekitar 217 kilometer utara Banjarmasin), Kabupaten Balangan, Kalsel, Sabtu 23 Juli 2022. (Istimewa/Humas Setwan Kalsel.)


 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022