Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi mengungkapkan, pihaknya akan mulai melakukan pembuatan kolam untuk pembibitan komoditi jenis udang lobster.

"Pada APBD tahun ini dianggarkan sekitar Rp800 juta untuk pembuatan kolam untuk pemeliharaan udang jenis lobster," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.

Dikatakan Doyo, langkah pembuatan beberapa kolan di wilayah screen house atau kantor Distankan di Jalan Banua Anyar, Banjarmasin Timur ini untuk memenuhi target sejuta ekor lobster yang bisa dihasilkan Banjarmasin pada 2017 nanti.

"Kita lakukan bertahap dulu untuk mencapai taget sejuta lobster itu dengan membangun kolam-kolamnya dulu, baru nanti dilakukan pembibitan yang dikelola petani di bawah koordinasi Distankan," bebernya.

Diungkapkan dia, perlu langkah yang pasti untuk mewujudkan Banjarmasin bisa menjadi salah satu daerah penghasil lobster terbesar di provinsi ini, yakni, dengan cara mengembangbiakkannya dari perkawinan, pembibitan, hingga pembesarannya.

"Dan ini secara skala kecil sudah berhasil kita lakukan, bahkan pada tahun lalu sudah bisa kita panen hasilnya, tinggal mengembangkannya saja lagi lebih besar agar bisa mencapai target," tuturnya.

Doyo menegaskan, pihaknya sangat serius untuk mencapai target bisa menghasilkan satu juta ekor lobster ini agar perekonomian daerah bisa terbantu pergerakannya lebih baik lagi.

"Sebab budidaya lobster ini sangat menguntungkan, masyarakat nantinya bisa termotivasi untuk ikut mengembangkannya, harapannya bisa mengurangi pengangguran di daerah ini," ucapnya.

Karena, kata Doyo, perekonomian di daerah ini yang hanya mengandalkan kekayaan alam akhirnya bisa habis, hingga harus ada terobosan-terobosan dari pemerintah untuk menciptakan peluang-peluang kerja yang bisa mencegah terjadinya krisis ekonomi.

"Krisis ekonomi inikan bisa terjadi kapan saja, masyarakat kita harus diajarkan bagaimana membangun usaha-usaha memanfaatkan dunia hayati yang bisa tumbuh berkembang, salah satunya budidaya lobster ini," ujarnya.

Pewarta: Sukarli

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016